SUARA SUMEDANG - Marcel Radhival atau dikenal dengan Pesulap Merah jalani sidang adat dengan masyarakat suku Dayak.
Dalam sebuah video wawancara yang diunggah di akun YouTube Intens Investigasi, menjelaskan terkait kesalahpahaman yang terjadi antara dirinya dengan suku Dayak.
Pesulap merah itu menjelaskan bahwa dirinya sudah melaporkan berita hoaks terkait dirinya ke Dewan Adat Dayak dan Majelis Adat Dayak Nasional.
“Saya sudah laporkan ke Dewan Adat Dayak dan Majelis Adat Dayak Nasional terkait berita hoaks yang baru-baru ini muncul,” ucapnya, dikutip Suara Sumedang dari YouTube Intens Investigasi.
Ia juga menegaskan bahwa apa yang terjadi pada dirinya tidak ada hubungannya dengan Ida Dayak.
“Muncul berita yang bilang, akibat meragukan Ida Dayak pesulap merah di sanksi. Enggak ada hubunganya dengan Ida Dayak. Dewan Adat Dayak dan Majelis Adat Dayak Nasional juga enggak ada hubungannya dengan Ida Dayak,” jelasnya.
Marcel juga menjelaskan alasan kenapa dirinya mendapatkan sanksi dari suku Dayak.
“Jadi yang kemarin itu, sanksi adatnya itu karena ucapan saya yang terkesan menantang suku. Sebenarnya, kalo yang tahu saya. Saya nantangnya guna-guna, santet dan itu perdukunan,” ucapnya.
Ia juga meminta maaf atas apa yang sudah dilakukannya dan juga menjadi bahan untuk instrospeksi diri.
Baca Juga: CEK FAKTA: Tangis Amanda Manopo Pecah kala Dibentak Arya Saloka di Acara Live Podcast
“Tetapi yang menganggap saya salah, tidak apa-apa. Saya mohon maaf, semoga next time saya bisa memperbaiki kata-kata saya, agar tidak disalahpahami lagi dan lebih dijaga lagi,” ucap Marcel.
Ketika ditanya tentang prosesi sidang adat, Marcel pun mengaku kurang begitu paham, karena prosesi tersebut dilakukan menurut adat Dayak. ia hanya menyaksikan dan hadir dalam sidang tersebut sekaligus meminta maaf.
“Prosesinya menurut adat Dayak, saya juga kurang paham bagaimana. Karena adat ini yang menjalani itu DAD (Dewan Adat Dayak), yang mengatur bagaimana dan permohonan maafnya. Kalo saya hanya hadir dan menyaksikan. Kesalahpahaman itu, akhirnya harus minta maaf,” ujarnya.
Marcel juga mengaku jika dirinya mendapat respon yang baik dari masyarakat suku Dayak dan juga mendapat saran-saran dari tokoh-tokoh suku Dayak untuk kedepannya.
“Responnya baik-baik banget. Kalo untuk yang kemarin dateng, apalagi itu kan tokoh-tokoh Dayak yah, itu baik banget dan mereka juga saling ngasih saran juga kedepannya biar enggak terjadi pro-kontra lagi,” jelas Marcel. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Jelang MPLS Sekolah Rakyat, Gus Ipul Sampaikan Sejumlah Arahan
-
Pekerja Tewas di Lereng Gunung Baung: Ketika Pohon yang Ditebang Menimpa Diri Sendiri
-
Bikin Aturan Pilah Sampah, Pramono Malah 'Disidang' Istri di Rumah
-
Bupati Langkat Dulu Kena OTT, Kini Penggantinya Kena Jerat KPK
-
Gol Cristiano Ronaldo saat Portugal Kalahkan Kroasia Akhiri Kutukan 20 Tahun di Piala Dunia
-
Harga LNG Industri Dipangkas Jadi 13 Dolar AS, Pertamina Klaim Bisnis Tetap Untung
-
Warga Jakarta Kini Bisa Intip Prediksi Polusi 3 Hari ke Depan Lewat Aplikasi JAKI
-
Emiten MMIX Langsung Kebanjiran Pesanan Maklon, Prospek Industri Popok RI Makin Menjanjikan
-
Piala Dunia 2026: Mengapa Kita Memuja Pesepak Bola Bak Dewa?
-
Ronaldo Cetak Sejarah Baru Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Kroasia