SUARA SUMEDANG - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi menyayangkan perubahan lahan di salah satu kawasan daerah Subang berubah dari kebun teh menjadi lahan sayur.
Kang Dedi Mulyadi (KDM) dalam kanal YouTube miliknya, tampak tak setuju dengan perubahan lahan jadi holtikultura itu.
"Ini areal yang dulunya perkebunan teh sekarang sudah berubah gundul dan ini akan diubah menjadi perkebunan holtikultura, sayur mayur," kata Dedi Mulyadi.
"Batu-batunya dibuka, coba lihat," sambungnya seperti dikutip dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel pada Jumat (12/5/2023).
Menurutnya perubahan itu membuat daya ikat tanah menjadi lemah, lalu ketika hujan turun dapat membawa tanah langsung ke area sungai dan area penduduk serta berpotensi banjir lumpur.
"Nih kan diangkat (batu), airnya mengalir ke bawah, ke desa yang di bawah," kata Dedi Mulyadi.
Menurut Dedi Mulyadi, area itu saat masa Belanda telah benar dijadikan sebagai daerah tangkapan air (catchment area).
Karena itu perubahan menjadi lahan sayur dinilai kurang tidak tepat, apalagi ketika sayur menggunakan tutupan plastik sehingga air hujan tak terserap langsung pada tanah.
"Areal perkebunan teh, kemudian diubah jadi bangunan, diubah jadi perkebunan sayur, apakah tidak menghianati tujuan awal area ini?" tanya Dedi.
Baca Juga: Ibunya Tergelincir hingga Harus Dioperasi, Luna Maya Mohon Doa
"Belanda membuat areal itu catchment area sehingga seluruh daerah lereng tuh terlindungi, karena ini memiliki efek pada aliran sungai," sambungnya.
Dikatakannya kerusakan lingkungan yang terjadi bisa berpotensi banjir di tempat lain seperti Purwakarta.
"Karena airnya itu langsung ke sungai dan tinggi, sudah gak ada penyangga lagi," ujarnya.
Dalam kesempatannya ia pun mengatakan bahwa masalah potensi kerusakan ini adalah hal yang sederhana yang seharusnya bisa dimengerti oleh setiap orang.
"Kalau orang sekolah SD aja ngerti, kalau ini diubah jadi kebun sayur, pasti longsor," ucap Dedi Mulyadi.
"SD aja, kita gak usah sekolah tinggi-tinggi deh, SD aja ngerti," sambungnya.(*)
Tag
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Full Video Acara Lamaran Arya Saloka dan Amanda Manopo, Sukses Digelar hingga Berjalan Lancar
-
Semakin Memanas! Prahara Rumah Tangga Virgoun Berujung pada Saling Lapor antara Inara Rusli dan Tenri Ajeng Anisa
-
CEK FAKTA: Arya Saloka Bilang I Love You secara Live, Benarkah Ucapan itu Ditujukan untuk Amanda Manopo?
-
Tes Psikologi: Pilih Satu Bunga Paling Disukai dan Lihat Kekuatan Super Anda Paling Menonjol di Sini!
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Ketum PB IPSI Terpilih, Erick Thohir Siap Kawal Pencak Silat Mendunia
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Viral Kunjungan Komisaris Pusri di Padang, Rombongan Arteria Dahlan Foto di Tikungan Ekstrem
-
Amarah Warga Serbu Diduga Rumah Bandar Narkoba Berujung Kapolsek Panipahan Dicopot
-
'Pak Minta Nama!', Cerita Haru Nenek di Istana hingga Prabowo Usulkan Nama Adi Dharma
-
Selama Ini Disangka Hiasan, Ternyata Ini Makna Warna Ondel-Ondel yang Sesungguhnya
-
Sinopsis Film Mudborn: Kisah Boneka Tanah Liat Pembawa Petaka, Tayang di Netflix
-
Puji Kontribusi Masif Warga Jateng, Pramono Anung: Pilar Penting Jakarta Menuju Kota Global!
-
5 Sepatu Lari yang Tetap Keren Dipakai Ngantor di Sudirman, Nyaman Seharian Tanpa Ganti Sepatu
-
Pendidikan Asrama Gratis: Siswa Makan 3 Kali Sehari, Punya Tempat Tidur hingga Tumbler