SUARA SUMEDANG - Wakil Ketua Umum PSSI, Zainudin Amali mengaku tegang melihat pertandingan semifinal cabor sepak bola di SEA Games 2023.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Olimpiade, Phnom Penh, Kamboja (13/5/2023) itu menampilkan permainan yang dramatis.
Meskipun dengan 10 pemain, Indonesia mampu keluar sebagai pemenang dan melangkah ke babak final SEA Games 2023. Indonesia mengalahkan Vietnam dengan skor akhir 3-2.
Zainudin Amali yang dulunya seorang Menpora itu mengungkapkan pada saat menonton pertandingan, dirinya mengaku merasa tegang dan stres.
‘’Kali ini saya menonton pertandingan berbeda dengan sebelum-sebelumnya. Saya sangat tegang dan stres,’’ ucap Amali, dikutip Suara Sumedang dari laman PSSI (14/5/2023).
Ia mengaku hal yang semakin membuat tegang ketika timnas Indonesia mengalami defisit pemain dimana Pratama Arhan harus keluar karena kartu merah.
‘’Ini yang membuat beban buat saya sangat tegang. Apalagi ketika kehilangan Pratama Arhan karena kartu merah, sehingga kita bermain dengan 10 pemain. Tentu ini sangat berat bagi kita. Tetapi, Alhamdulillah kita bisa menyelesaikan pertandingan ini dan melangkah ke babak final,” ucapnya.
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) ini berharap di babak final nanti kepercayaan dan mental pemain akan semakin membaik.
‘’Mudah-mudahan anak-anak (pemain) makin percaya diri dan mentalnya makin bagus. Karena final ini ketegangannya makin lebih berat daripada pertandingan sebelumnya,” kata Amali.
Ia juga menuturkan harapannya Indonesia bisa membawa medali emas kali ini, setelah sebelumnya di SEA Games Filipina belum berhasil membawa emas.
“Ini kesempatan untuk merebut emas. Memang ketika di SEA Games Filipina kita masuk final, tetapi belum berhasil. Mudah-mudahan kali ini berhasil,” ucapnya.
“Dukungan suporter dan doa, tentu juga kita butuhkan dari masyarakat Indonesia,’’ sambungnya.
Amali menambahkan pengurus akan memberikan dukungan total kepada pemain. Namun, penentunya tetap 11 pemain di lapangan.
Untuk itu, Amali meminta kepada pemain untuk bekerja lebih keras lagi agar bisa mewujudkan harapan masyarakat Indonesia membawa pulang medali emas.
Di babak final SEA Games 2023, duel akan mempertemukan antara timnas Indonesia U22 vs timnas Thailand pada Selasa (16/5/2023). (*)
Berita Terkait
-
Wejangan Erick Thohir sebelum Laga Timnas Indonesia U-22 Bertanding Melawan Vietnam di SEA Games 2023
-
DRAMATIS! 10 Pemain Timnas Indonesia U-22 Berhasil Hancurkan Vietnam di Semifinal SEA Games 2023
-
SEA GAMES 2023: Emas Beregu Putra di Persembahkan untuk Seluruh Masyarakat Indonesia dan Mendiang Syabda Perkasa Belawa
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel