SUARA SUMEDANG – Nikita Mirzani kembali membongkar satu persatu kelakuan putri sulungnya yang membuatnya harus bertindak keras dan tegas.
Kali ini nikita Mirzani unggah sebuah foto yang diungkapkan dirinya sebagai bukti kenakalan Lolly.
Dimana Lolly pernah nekat kabru dari rumah dengan seorang pria pada waktu tengah malam, sementara ia saat itu beraa di Swiss.
Diungkapkan oleh Nyai jika Lolly berusaha kabur dengan cara melompat dari balkon kamarnya tempatnya di lantai tiga dengan menggunakan kain untuk membantunya turun.
"Laura masih ingat dengan kejadian ini saat ami lagi di Swiss waktu itu. Kamu janjian sama laki-laki yg ami tidak pernah kenal sama sekali dengan alasan bete di rumah. Kamu pakai kain tipis diikat di pagar besi depan kamar kamu lantai 3. Jam 11 malam kamu hubungi itu laki, ternyata tali yang kamu sambung-sambungin itu lepas karena tidak kuat menahan beban dan akhirnya kamu terjatuh," kata Nikita Mirzani dalam unggahannya di Instagram, Minggu (4/6/2023).
Nikita Mirzani jug menunjukkan video pecahan kaca serta bekas darah Lolly atas tindakan sang buah hati yang nekat kabur dari rumah.
Diakui olehnya jika ia sangat histeris melihat kejadian tersebut, beruntung pria tersebut langsung membawa Lolly ke Rumah Sakit.
"Untungnya sih laki-laki itu langsung di perjalanan takut karena kamu banyak darah dan membawa kamu ke rs dekat rumah. Akhirnya badan kamu rusak dan pelipis mata kamu robek berbekas karena jahitan," lanjutnya.
Atas kejadian tersebut, ibu tiga anak ini menuturkan jika Lolly harus menerima 42 jahitan pada pelipis mata dan beberapa luka-luka bagian tubuh yang lain.
Baca Juga: Desta - Natasha Rizki Sepakat Bakal Kerjasama Urus Anak Usai Cerai: Ini 6 Cara dan Tahapannya!
Tentu kejadian tersebut sebagian orang mengira jika Lolly mendapatkan perlakuan tidak mengenakan dari Nikita Mirzani.
"Orang-orang luar plus netizen berpikir kamu dipukul oleh ami. Padahal kamu jatuh karena janjian sama laki jam 11 malam. Dan laki-laki itu ami penjarakan. Kamu tau kan berapa banyak orang yang sudah kamu rugikan?" lanjutnya.
Kemudian ia berharap sang buah hati mengingat kembali kejadian tersebut dan bisa dijadikan sebagai pelajaran.
"Mudah-mudahan kamu masih ingat yah dengan kejadian ini. Kalau kamu masih nggak mau fokus sekolah di sana dan masih membuat cerita atau membela diri padahal itu tidak perlu nanti satu presatu orang yang kenal dengan kamu yang akan mengungkap kan dan bercerita sendiri," ujarnya(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Drakor Love Virus Gaet Jo Yu Ri dan Kim Dong Hwi Jadi Pemeran Utama
-
Emas Antam Terus Meroket, Hari Ini Harganya Rp 2,84 Juta/Gram
-
Motif Sakit Hati Anggota BAIS ke Andrie Yunus Diragukan, Hakim: Apa Urusan Prajurit dengan RUU TNI?
-
Vonis 14 Tahun Penjara! Hakim Semprot Bos Sritex: Tak Merasa Bersalah Korupsi Rp1,3 T
-
Teror May Day di Jogja: Mahasiswa Dikeroyok Preman Diduga Ormas, HP Dirampas Saat Rekam Aksi Brutal
-
Menyusuri Teduh Pantai Cemara di Ujung Selatan Jember
-
Bos Sritex Divonis 12 Tahun Penjara! Terbukti 'Cuci Uang' Hasil Korupsi Rp1,3 Triliun
-
Satgas MBG Cilegon Ungkap Hasil Lab, Dua Sampel Positif Terpapar Bakteri
-
Ole Romeny Hapus Oxford United dari Bio Instagram, Rumor ke Persib Kembali Menguat
-
Ibu dan Balita Tewas Ditabrak Truk Fuso di Lampung Utara