Meski belum ada bukti yang kongkret, berdasarkan sumber yang tidak ingin disebutkan, alat penyadapan canggih ini diduga telah digunakan oleh institusi Badan Intelejen Negara (BIN), Mabes Polri, BSSN dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Keterangan ini didukung oleh catatan pemesanan alat yang diguga memiliki kesamaan dengan produk dari NSO Group yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya pada 2017 dan 2018.
Menurut IndonesiaLeaks, untuk mendatangkan Pegasus setidaknya wajib menyiapkan modal sebesar Rp500 miliar hingga Rp1 triliun.
Proses transaksinya juga dilakukan di luar Indonesia, seperti Singapura dan Eropa, karena Indonesia tidak memiliki hubungan diplomasi dengan Israel.
Di berbagai negara, Pegasus digunakan untuk membungkam aktivis, jurnalis dan oposisi politik. Hal ini juga menjadi sorotan internasional dalam penyalahgunaan teknologi yang berdampak negatif kepada demokrasi dan kebebasan berpendapat. (*)
Artikel ini tayang perdana di Suara.com dengan judul “Melacak Jejak Bawah Tangan Pegasus ‘Senjata Pembungkam Massa’ di Indonesia.”
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Curhat Ratu Sofya, Belum Terima Honor Sepeserpun usai Main Film Dosa
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring