SUARA SUMEDANG – Publik dihebohkan dengan sebuah kabar yang cukup menghawatirkan demokrasi di Indonesia.
Pasalnya ada sugaan alat sadap canggih buatan Israeil atau sering dikenal Pegasus telah masuk di Indonesia melalui pihak ketiga.
Tentu hal ini menghawatirkan terlebih alat Pegasus ini telah digunakan untuk membungkam demokrasi di berbagai negara.
Sebuah kisah yang dialami seorang jurnalis Washington Post News Jamal Khasoggi tewas dalam kondisi mengenaskan, dengan tubuh terpotong-potong di Instanbul, Turki, diduga karena alat canggih tersebut.
Dilansir dari berbagai sumber, Citizen Lab dan Amnesty Internasional menyebutkan bahwa Pegasus dapat memecahkan komunikasi yang terekripsi dari iPhone, Mac, android dan semua perangkat elektronik berbasis OS lainnya.
Bahkan alat ini tanpa perlu klik bisa akses semua perangkat yang ditargetkan, dengan demikian data pribadi auto bocor, termasuk lokasi pengguna.
Dilansir dari Indonesialeaks, alat tersebut masuk ke Indonesia dengan ditandai adanya dua perangkat milik Q Cyber Technologie memalaui Bandara Soekarno Hatta pada 15 Desember 2020.
Q Cyber merupakan salah satu induk perusahaan NSO Group perusahaan asal Israel yang membuat Pegasus.
Kemudian ditemukan juga oleh IndonesiaLeaks, alat tersebut secara khusus dipesan oleh PT Mandala Wangi Kreasindo.
Baca Juga: 4 Fakta Menarik yang Membuat Osho no Ko Berbeda dari Anime Kebanyakan
Hal ini turut dikonfirmasi oleh salah satu petugas bea Cukai yang namanya dirahasiakan.
“Penerima barang itu PT Mandala Wangi Kreasindo,” kata petugas Bea Cukai.
Diduga proses pemesanan dilakukan diluar Indonesia lantaran tidak ada hubungan diplomatis antara Indonesia dengan Israel.
Banyak kasus ditemukan alat Pegasus digunakan untuk membungkam aktivitas, jurnalis serta oposisi partai.
Bahkan alat ini menjadi sorotan dunia internasional lantara ada dugaan penyalah gunaan alat tersebut yang berdampak pada demokrasi suatu negara. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Curhat Ratu Sofya, Belum Terima Honor Sepeserpun usai Main Film Dosa
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring