SUARA SUMEADANG - BPJS Ketenagakerjaan wilayah Provinsi Jawa Barat menggandeng Kabupaten Sumedang untuk dijadikan percontohan program Kerja Keras Bebas Cemas (KKBC) Masuk Desa.
Peluncuran KKBC ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Sumedang, Erwan Setiawan.
Erwan mengatakan jika program nasional BPJS Ketenagakerjaan dan Pemkab Sumedang, merupakan pilot projek pertama di Jawa Barat.
Lebih lanjut Erwan memaparkan program ini diharapkan dapat diterima oleh masyarakat Sumedang yang mayoritas bekerja di sektor informal.
Erwan juga berjanji jika di akhir masa jabatannya, seluruh warga Sumedang sudah terjamin oleh BPJS Ketenagakerjaan.
“Saya targetkan di akhir masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati semua warga Sumedang sudah terjamin oleh BPJS Ketenagakerjaan,” ucap Erwan, dikutip Suara Sumedang (8/7/2023).
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Jawa Barat, Romie Erfianto menuturkan bahwa BPJS Ketenagakerjaan bisa memberikan perlindungan bagi pekerja di Provinsi Jawa Barat dengan jumlah penduduk mencapai 39 juta yang tinggal di desa.
“Program Kerja Keras Bebas Cemas (KKBC) Masuk Desa ini merupakan program nasional, sebagaimana memastikan perlindungan seluruh pekerja terutama di sektor informal,” ucapnya.
Romie menjelaskan program ini memberikan layanan kesehatan di seluruh rumah sakit sesuai domisili peserta, jaminan hari tua, dan beasiswa anak.
Baca Juga: Lagi-Lagi Ditahan Imbang, Bobotoh Sebut Lini Pertahanan Persib Bandung Cosplay Maguaire
“Kita jaga jaminan sosial ketenagakerjaan ini menjadi bantalan sosial apabila terjadi resiko terburuk kecelakaan kerja kematian dan tua ini sudah ada perlindungan,” jelasnya.
Adapun sumber pendanaannya dikatakan bisa berasal dari APBD, APBN atau dari sukarela petani serta masyarakat yang sudah menjadi peserta.
"Karena ini adalah program pemerintah, ya memang secara konstitusi negara hadir untuk memberikan sistem jaminan sosial," ungkapnya. (*)
Berita Terkait
-
Amanda Manopo dan Arya Saloka Terbukti Pernah Main Basket Bareng, Ucapan Denny Sumargo Benar Adanya?
-
Belum Juga Gugat Cerai Rendy Kjaernett Pasca Selingkuh dengan Syahnaz, Lady Nayoan bakal Memilih Rujuk?
-
Ulasan Sinopsis Cinta Tanpa Karena 7 Juli 2023: Bianca Yakin Baskara Jatuh Hati pada Nuna, Freya Cari Tahu Hal Ini
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Modus Ajak Menikah, WNA di Lombok Paksa Korban Masuk Fantasi Seksual Menyimpang
-
Baliho Ulang Tahun Jokowi di Solo Tuai Polemik, DPRD Curigai Penggunaan Dana APBD
-
Wamendikdasmen Akan Cek Dugaan Pelibatan Siswa dalam Aksi Dukung MBG di Batam
-
Pengurus BEM Fakultas UBK yang Tampung Suap Rp20 Juta Terancam Sanksi Akademik
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Libur Sekolah, PELNI Beri Diskon Tiket Kapal 30 Persen
-
Bapemperda DPRD DKI Jakarta Dorong PAM Jaya Percepat Perbaikan Pipa
-
Gerak Cepat Tangani Rob Pati, Ahmad Luthfi Siapkan Rp400 Juta untuk Rehabilitasi Tanggul
-
Alasan Kesehatan, Hakim Bacakan Vonis Nadiem Makarim Selasa Pekan Depan