SUARA SUMEDANG - Erick Thohir angkat bicara soal polemik yang terjadi terkait Tragedi Kanjuruhan.
Ketua Umum PSSI itu menegaskan, tidak ada yang dapat mengobati rasa kehilangan pada keluarga korban.
Oleh karena itu, ia dengan tegas mendukung upaya hukum yang sedang berjalan dan mengatakan jika PSSI mendukung penegakan sanksi hukum maksimal.
Selain itu, Erick juga meminta kepada suporter sepak bola Indonesia untuk bersabar karena adanya aturan larangan untuk hadir di laga tandang.
“Kami akan dorong adanya hukum maksimal, tanpa harus berpolemik siapa. Kita ada sistem pengadilan yang memproses. Kami tidak dapat mengintervensi sistem peradilan, tetapi kami mendorong sanksi itu,” ucap Erick.
Ia pun mengatakan jika pihaknya tidak bermaksud untuk mengekang suporter hadir pada pertandingan.
Namun, keputusan itu diambil untuk mencegah terulangnya kembali kejadian yang memilukan tersebut.
“Dengan kerendahan hati kami, memohon suporter bersabar. Kami tidak bermaksud mengekang, itu bagian dari regulasi,” ujarnya.
Adanya kejadian memilukan di Kanjuruhan, Malang. Presiden FIFA, Gianni Infantino menyoroti tragedi tersebut dan langsung bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Baca Juga: Inara Rusli Maklumi Didikan Keras Virgounke Anak: Namanya Juga Manusia
Dari pertemuan tersebut, Indonesia menyampaikan keinginan membangung sepak bola secara serius, satu diantaranya ialah perbaikan akses suporter di stadion.
Tujuan dari perbaikan itu, yakni untuk memastikan suporter dapat pulang dengan selamat usai menonton pertandingan.
“Pemerintah pusat telah memasukan Stadion Kanjuruhan sebagai salah satu dari 22 stadion yang dibangun,” kata Erick.
Erick menegaskan jika pihaknya, membuka diri jika ada pihak keluarga (korban) yang ingin berdiskusi dengan PSSI.
“Kami terbuka. Saya pastikan PSSI hadir. Kami hadir untuk perbaiki sepak bola, saya tidak ingin PSSI disebut terus berdiam diri,” tegas Erick. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Babak Baru Polemik Jabatan Sekda Kota Tangsel, Ansor Jalani Persidangan di PTUN
-
Bandara Husein Sastranegara Segera Aktif Lagi, Farhan Sebut Bakal Layani 11 Rute
-
15 Teman Kuliah Jokowi di UGM akan Bersaksi saat Sidang Roy Suryo dan dr Tifa
-
Unisa Yogyakarta Raih Penghargaan JBBA 2026 di Klaster Pendidikan
-
Oknum Pejabat Madiun Tertangkap Kamera Asyik Main Kartu Virtual saat Rapat Paripurna di DPRD
-
Penjualan Mobil Niaga Ringan Melonjak, Gaikindo Akui Kontribusi MBG
-
Geledah Rumah Bupati Sukoharjo, KPK Amankan Uang Hingga Perhiasan
-
Siap-Siap! Pemkab Bekasi Gelar Operasi Pajak Gabungan di Tambun Utara, Blokir STNK Penunggak?
-
ENHYPEN Hadiri Panel Vampir di San Diego Comic-Con 2026 Lewat DARK MOON
-
Parpol Tak Penuhi Kuota 30 Persen Caleg Perempuan Diusulkan Didiskualifikasi