/
Senin, 02 Oktober 2023 | 20:22 WIB
Penampilan dari dalam Goa Suci, destinasi wisata Desa Wangun Kecamatan Palang Kabupaten Tuban

Saat itu Pemberontakan yang dilakukan oleh Ronggolawe mengalami suatu kegagalan sehingga pasukan Ronggolawe kocar-kacir. Keberadaan Goa Suci hingga saat ini masih menjadi bahan perbincangan yang sangat menarik bagi kalangan pelajar SMA, Mahasiswa dan masyarakat.

Goa ini tampak indah ketika ada cahaya matahari masuk kedalam goa di tambah dengan pahatan-pahatan yang terbentuk begitu menawan seakan ada singga sana raja di dalamnya. Singga sana di dalam sana menjadi salah satu
temuan yang mendukung bahwa di saat zaman kerajaan Majapahit di kala zaman itu, namun sayangnya belum ada penelitian dari parah ahli geologi yang mengatakan bahwa Goa tersebut bagian dari temuan Arkeologi dan diakui oleh Pemerintah Kabupaten Tuban sebagai cagar budaya.

Tempat yang dianggap masyarakat sekitar sebagai tempat bertapa Zaman Krajaan Majapahit (sumber:)

Terlepas dari semua itu mari kita sedikit lihat gambar di bawah ini untuk menelaah sejauh mana potensi kunjungan wisata yang akan datang di desa tersebut:

Singga sana yang diduduki oleh seorang pemuda diatas tampak begitu natural dan klasik dari hasil pengambilan foto melalui Hand Phone. Namun untuk menambah kesan yang WOW perlu adanya suatu tambahan beberapa keterangan yang menerangkan tempat tersebut sebagai singgah sana seorang petapa atau raja, dan penambahan-penambahan Furniture lampu untuk malam hari yang akan menarik wisatawan datang di malam hari.

Kepercayaan akan dunia spiritual yang sangat kuat oleh orang Jawa sedikit banyak akan menambah penasaran dengan dunia alam sana, yang mana tidak dapat kita pungkiri Goa Suci dengan sejarahnya penuh dengan Petapa pasti tersimpan pusaka-pusaka yang tak nampak di kalangan masyarakat awam. Artinya dari sudut pandang penulis bukan untuk mendukung orangorang musyrik dengan melupakan Tuhan nya.

Perlu dipertimbangkan seperti di Segoro Kidul terkenal akan Ratu Pantai Selatan yang terkenal akan mistis nya. Namun, masyarakat tidak seolah menjauh dari tempat napak tilasnya justru sebaliknya mereka berbondong-bondong menguji adrenalin mereka atau bahkan ingin merasakan kebenaran atas apa yang telah dibicarakan oleh masyarakat.

Mari kita kembali dengan panorama keindahan Goa Suci saat di malam hari, bagi mereka yang mempunyai kelebihan diatas
rata-rata manusia normal mungkin mengap semua itu bukan untuk di puja atau menyembah namun bisa saja sebagai dialog untuk menjawab hal-hal yang tidak bisa di jawab oleh manusia, sebaliknya bagi masyarakat awam menginginkan suatu tempat sunyi dan sepi untuk melepas rasapenat atas kesibukan bisa memanfaatkan Goa tersebut, tentunya masyarakat juga harus
membatasi jam kunjungan mereka agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Selanjutnya mari kita ekspos secara seksama dengan gambar di bawah ini:

Potret Goa Suci sebelum masuk (sumber:)

Ketika melihat foto diatas apa yang terpikir di pikiran anda? Ya suatu yang pas di gunakan sebagai byground foto prewedding dengan menonjolkan ukiran batu hasil pahatan rasanya indah bukan.

Adakah kalian tau di zaman sekarang para pemuda-pemudi akan melaksanakan pernikahan biasanya mereka mencari suport tempat wedding yang cocok dengan tema mereka inginkan. Inilah kesempatan bagus bagi masyarakat untuk melakukan kerja sama dengan para fotografer dan Studio-studio yang menawarkan jasa mereka dalam urusan wedding.

Baca Juga: Viral Rombongan Mobil Mewah Putar Balik-Lawan Arah di Tol Desari, Polisi Telusuri

Penampilan dari dalam Goa Suci (sumber:)

Suasana di dalam menjadi tampak wah dengan adanya cahaya matahari yang masuk di dalam Goa jadi ketika masyarakat mengunjungi Goa suci ketika pagi sampai dengan malam sangat berpotensi sekali untuk mendatangkan wisatawan lokal. Pagi menikmati suasana pegunungan yang sejuk nan indah dengan pemandangan di sekitar goa, siang hari kita dimanjakan dengan keindahan cahaya matahari masuk di goa, malam hari dengan kesunyian yang bisa di nikmati oleh mereka yang sedang
membutuhkan suasana sunyi.


Selanjutnya mari kita kepoin lagi Desa Wangun yuk. Masih adakah hal yang bisa di jadikan wisata tambahan untuk memanjakan mata kita, masih ingatkan lagu roma irama yang lirik lagunya seperti ini
Dari masa ke masa
Manusia (manusia) berkembang peradabannya
Hingga di mana-mana
Manusia (manusia) merubah wajah dunia
Gedung-gedung tinggi mencakar langit (yeah-yeah)
Nyaris menghiasi segala negeri
Bahkan teknologi di masa kini (yeah-yeah)
Sudah mencapai kawasan samawi
Jika kita mencermati lirik lagu diatas hingga saat ini perkembangan pembangunan gedung yang tingi-tinggi semakin gencar dilakukan oleh manusia baik itu di daerah Tuban maupun tetangga Kabupaten atau bahkan di Indonesia. Hal ini menjadikan lahan hijau semakin sedikit bisa di lihat oleh masyarakat kebutuhan akan udara bersih dan segar pun terasa kurang. Berbeda dengan kondisi Desa Wagun dengan luas lahan pertanian bisa dibilang sebagai lahan pertanian terluas di Kecamatan Palang
dan paling produktif karena dalam satu tahun masyarakat bisa memanen hasil pertanian sebanyak 3 kali.

Keindahan alam yang berada di Desa Wangun sangatlah bagus untuk dijadikan wisata hijau mari kita
lihat gambar di bawah ini:

Lahan Pertanian desa Wangun (sumber:)

Dari gambar diatas bisa kita lihat apa yang akan di tawarkan di ke indahan alamnya yang sangat memukau dan memanjakan mata, menurut kalian ada yang kurang apa tidak dari pemandangan diatas? Coba kita lihat secara saksama seandainya di area tersebut menawarkan suatu rumah makan yang di kelola oleh desa dan didirikan di tanah bengkok desa ditambah dengan taman pancing yang di isi denganikan-ikan terus hasilnya di olah di rumah makan tersebut.(*)

Kontributor Penulis: Niswatin Marndiyah, SH

Load More