- Anggota DPRD DKI, Hardiyanto Kent, menemukan banyak lubang di jalan Flyover Pesing yang membahayakan pengguna jalan.
- Tali air atau saluran drainase di Flyover Pesing tertutup vegetasi liar, menyebabkan genangan saat banjir terjadi.
- Dinas Bina Marga mengakui saluran pembuangan air mengalami malfungsi dan menjanjikan perbaikan segera pada jalur tersebut.
Suara.com - Anggota DPRD DKI Beberkan Kondisi Memprihatinkan Flyover Pesing: Jalan Banyak Lubang, Tali Air Jadi Pot Tanaman Liar
Flyover Pesing di Jakarta Barat sempat mendapat sorotan saat banjir yang cukup parah menggenangi Jakarta bulan lalu.
Dari sekian banyak titik genangan, Flyover Pesing jadi satu-satunya jalan layang di Jakarta yang terendam banjir hingga menimbulkan pertanyaan tentang kualitas sistem drainase di sana.
Terkait hal itu, anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP), Hardiyanto Kenneth memberikan paparan mengenai hasil kunjungannya belum lama ini ke Flyover Pesing.
Pertama, figur yang biasa disapa Bang Kent ini terkejut dengan temuan banyaknya lubang di jalan layang sepanjang 1,5 meter itu.
"Flyover Pesing ini jalannya banyak sekali yang berlubang. Tentu ini sangat membahayakan, bisa menjadi penyebab kecelakaan kalau terus dibiarkan," ujar Kent, Jumat (6/2/2026).
Selain aspal yang bopeng, Kent menyoroti masalah kedua di mana tali air yang seharusnya menjadi sistem drainase, justru tertutup oleh vegetasi liar.
Kondisi tersebut seolah menjadi jawaban mengapa jalan layang ini sempat terendam banjir, sebuah kejadian yang tergolong anomali untuk sebuah konstruksi flyover.
"Tali air ini kan fungsi utamanya untuk membuang air hujan supaya tidak menggenangi jalan layang, tapi saya lihat di sana tali airnya tertutup tanaman liar," papar Kent.
Baca Juga: Fasilitas Dapur Umum di Lokasi Terdampak Banjir di Tapteng Dinilai Masih Minim
Kent pun mengaku langsung mengontak jajaran Dinas Bina Marga DKI Jakarta agar segera melakukan perbaikan di Flyover Pesing, demi menjamin keselamatan warga yang akan melintasi jalur tersebut di jam-jam sibuk.
Sementara menurut penjelasan Ketua Sub Kelompok Pemeliharaan Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Benny Situmorang, intensitas hujan yang ekstrem menjadi faktor utama yang menggerus lapisan aspal di jembatan layang itu.
Ia juga mengakui adanya malfungsi pada saluran pembuangan air yang mengakibatkan genangan menetap lama di atas jalan.
"Kami akan terus bekerja keras untuk memperbaiki jalan berlubang ke depannya, tak hanya di jalan layang ini. Kami memohon maaf dan ke depannya masyarakat bisa melapor kepada kami jika ada temuan jalan rusak," pungkas Benny.
Berita Terkait
-
Fasilitas Dapur Umum di Lokasi Terdampak Banjir di Tapteng Dinilai Masih Minim
-
Mesin Catur Ibu Kota Kian Panas! DKI Pertahankan Gelar Juara Umum Kejurnas 2025
-
Detik-detik Mencekam di Daan Mogot: Pemotor Oleng, Terjatuh, Lalu Tewas Terlindas Truk Boks
-
Jaring Atlet untuk Kejurnas, Percasi Jakarta Gelar Kejurda Diikuti 288 Pecatur
-
Amnesti untuk Hasto, Kenneth PDIP Puji Prabowo: Layak Disebut Negarawan
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
4 Rekomendasi Parfum Wangi Sabun Mandi Segar Sesuai Review Pembeli, Aroma Tahan Lama
-
BRI Kartu Kredit Hadirkan Cicilan Mulai Rp100 Ribu dengan Bunga 0 Persen
-
Menumbuhkan Rimba Bawah Laut: Perjuangan Sunyi Nyoman Nadiana dari Desa Les
-
Gagal Total di Piala AFF 2026, PSSI Singgung 14 Pemain Absen Bela Timnas Indonesia
-
Raka Raki Jatim Terguncang: Finalisnya Terseret Dugaan Kekerasan Seksual & Paksa Aborsi
-
Ulasan Jakarta Sebelum Pagi: Menelusuri Misteri di Balik Kiriman Bunga
-
Pembiayaan UMKM Tembus Rp1.500 Triliun, Tapi Ekonomi Daerah Tak Kunjung Terangkat
-
Liga Indonesia vs India: Adu Tradisi, Uang, Bintang Dunia, hingga Krisis Tata Kelola
-
Baca Watak Orang Lewat Weton, Begini Cara Menghitungnya
-
Paramitha Hilang 2 Tahun Ternyata Dibunuh Sopir Travel dan Dibuat Jadi Tengkorak