Permasalahan pendidikan menjadi salah satu hal penting yang menjadi fokus pemerintah Kota Surabaya. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan banyak orang tua siswa yang menyampaikan keluhan kepadanya, terutama mengenai biaya pendidikan di jenjang SMA/SMK.
Berbagai keluhan tersebut terdiri dari beberapa hal, antara lain anak putus sekolah, penahanan ijazah, hingga kesulitan melunasi uang gedung. Menurut Eri Cahyadi, pemkot Surabaya saat ini sedang merekap biaya terkait ketiga hal tersebut. Hingga saat ini saja totalnya sudah di atas Rp2,6 miliar,
Wali Kota Surabaya tersebut juga menjelaskan jika meskipun tingkatan SMA/SMK bukanlah wewenang pemkot, namun Eri Cahyadi akan tetap fokus pada pendidikan anak Surabaya. Mengingat jenjang SMA/SMK untuk persiapan masuk ke dunia kerja, Eri berharap agar tidak ada siswa putus sekolah.
“Di Surabaya ini jangan sampai ada anak putus sekolah hingga jenjang SMA Kelas 12,” ucap Eri Cahyadi.
Hal ini karena jumlah anak yang putus sekolah di suatu kota akan berpengaruh pada IPM atau Indeks Pembangunan Manusia. Menurut penuturan Eri, penahanan ijazah juga membuat siswa yang sudah lulus tidak bisa bekerja.
Pemkot Surabaya akan menyiapkan anggaran khusus serta bekerjasama dengan sekolah yang masih memiliki regulasi penahanan ijazah agar mengadakan pertemuan dengan orang tua. Tujuannya adalah agar tidak terjadi fitnah yang timbul.
“Saya sampaikan, agar tidak terjadi fitnah, sebaiknya sekolah mengumpulkan para orang tua. Orang tua yang tidak bisa membebaskan ijazah anaknya, kami beri bantuan,” tutur wali kota Surabaya tersebut.
Eri Cahyadi juga berkoordinasi dengan Provinsi Jawa Timur untuk mengatasi masalah ini agar penahanan ijazah tidak menjadi hal yang berlarut-larut di Kota Surabaya. Ia juga tetap memberikan perhatikan pada lembaga pendidikan SD hingga SMP yang merupakan wewenang Pemkot Surabaya.
“Kalau jenjang SD-SMP, sudah tidak boleh ada namanya baya uang gedung, LKS, dan macam-macam. Meskipun alasannya untuk infaq dan shodaqoh,” jelas Eri Cahyadi.
Baca Juga: Berdayakan Penyandang Disabilitas, Pemkot Surabaya Luncurkan Rumah Anak Prestasi
Ia berencana berkeliling ke beberapa sekolah pekan ini guna melakukan peninjauan langsung untuk memastikan tidak ada pungutan liar di jenjang SD-SMP.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Piala Presiden 2026: Gol Bunuh Diri Konyol Nodai Debut Shin Tae-yong
-
ICCS 2026: Dorong Konten Kreator Tak Hanya Berdiskusi, tapi Langsung Berkarya
-
Notarace 2026: Gaya Hidup Sehat Menjadi Momen Silaturahmi Ribuan Notaris
-
Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta
-
Pembalut Kain Makin Dilirik, WCC Palembang Kenalkan Cindo-Pads untuk Menstruasi Sehat
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta
-
Merawat Nyala Wayang Palembang, Warisan Kesultanan yang Menjadi Ruang Belajar Generasi Muda
-
Promo Spesial BRI, Makan Enak di Ramen Girl Dapat Potongan Harga!
-
Usut Bentrokan Menteng, Polisi Dalami Peran 15 Orang yang Diamankan