Suaminya yang berinisial AS (31) dengan tega menghabisi nyawanya lantaran sakit hati dihina sang ibu.
Pada saat nyawanya dihabisi oleh sang suami, S masih mengandung 3 bulan.
Ini dia kronologi lengkap tentang motif dari pembunuhan keji yang dilakukan pada hari Jumat (14/10) tersebut.
Menurut penuturan saudara korban, pada hari kamis (13/10) pelaku dan korban usai pulang dari Bekasi menuju rumah mereka yang juga merupakan rumah orangtuanya.
Kemudian pada Jumat (14/10) pagi keduanya masih pergi berboncengan bersama untuk sekedar jalan-jalan.
Seusai pelaku membunuh korban, dirinya sempat kabur dan mengirim pesan singkat ke bibi korban dan meminta maaf karena telah menghabisi nyawa korban.
Sang bibi yang tidak mengerti maksud dari pesan pelaku menanyakan maksudnya kemudian pelaku meminta bibi untuk mengecek kamar S.
Namun ketika bibi korban melihat isi kamar korban, S sudah tergeletak tak bernyawa dengan kondisi luka akibat jeratan di bagian leher.
Kemudian pesan singkat tersebut juga ditunjukkan ke ayah korban. Tak berselang lama, ayah korban juga langsung menuju TKP dan tak percaya bahwa anaknya sudah terbujur kaku di kamar tidurnya.
Baca Juga: DPRD Gianyar Usulkan Buka Arena Tajen Secara Resmi Seperti Halnya Arak
Lantas peristiwa ini dilaporkan ke polisi yang hingga saat ini masih melakukan pengejaran terhadap pelaku atau juga merupakan suami dari korban.
Barang bukti yang berhasil diamankan yaitu sebuah unit ponsel dan ada beberapa barang lain yang turut diamankan untuk proses penyelidikan.
Keluarga korban meminta agar pelaku diberikan hukuman maksimal karena perbuatannya sangat sadis dan terkesan sudah direncanakan. Apalagi sosok S merupakan orang yang sangat baik, cantik, dan gemar membantu orang tua.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 338 KUHP dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara.
Menurut Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Arief Bustomy mengatakan, korban menjadi salah satu pelampiasan amarah pelaku. Diduga pelaku tidak terima karena sering dihina oleh mertuanya.
Sumber berita : https://youtu.be/7kfECpEpaLw
Suami Bunuh Istri di Karawang, Polisi: Pelaku Terancam 15 Tahun Bui - Purwasuka (suara.com)
Update Suami Bunuh Istri Hamil Muda di Karawang, Paman Korban: Keji, Bunuh Dua Orang Sekaligus - Halaman 3 - Tribunnewsdepok.com
Suami Bunuh Istri Hamil Tiga Bulan di Karawang, Mertua Bantah Lakukan Penghinaan - Wartakotalive.com (tribunnews.com)
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
Menkeu Purbaya Atur Layer Cukai Baru Guna Berantas Rokok Ilegal
-
5 Rekomendasi Cushion Ringan untuk Harian dan Sekolah sesuai Review
-
Bangladesh Ngebet Gantikan India Lawan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
-
Kesaksian Warga Nagekeo Saat Gempa M 7 Guncang NTT: Kami Lari Bawa Lansia dan Tinggalkan Rumah
-
5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
-
Sampaikan Duka Mendalam, Wapres Gibran Pastikan Penanganan Darurat Gempa NTT Dipercepat
-
Ilusi Kenaikan Gaji: Kenapa Hidup Justru Terasa Makin Pas-pasan?
-
Keberhasilan Transformasi Desa Kemiren bersama Kang Edai dan Astra
-
Kondisi Darurat! Supermarket Diminta Bagikan Makan ke Korban Gempa NTT, Pemerintah Siap Ganti
-
Buka Pintu untuk Mees Hilgers, Eks Pelatih Manchester United: Tunjukkan Pesonamu