/
Jum'at, 28 Oktober 2022 | 08:59 WIB
Ilustras iCovid-19 (freepik.com)

Pada hari Selasa (25/10) kemarin tercatat adanya penambahan 3.008 kasus baru yang sebelumnya hanya ada 1.703 kasus. 

Menurut Data Satgas Covid-19 yang diterima, pada hari minggu (23/10) ada penambahan kasus harian maka total kasus yang terkonfirmasi positif sejak Maret 2022 berjumlah 6.470.961 orang.

Provinsi yang menyumbang penambahan kasus terbanyak adalah provinsi DKI Jakarta dengan 643 kasus, disusul provinsi Jawa Timur dengan 279 kasus, Jawa Barat 209 kasus, Banten 139 kasus, dan Jawa Tengan 95 kasus. 

Sementara itu tercatat angka kesembuhan Covid-19 juga bertambah sebanyak 1.206 orang. dengan penambahan angka kesembuhan ini maka total kesembuhan Covid-19 menjadi 6.293.147 orang sejak bulan Maret 2022. 

Jumlah kasus aktif yang masih menderita Covid-19 dan masih menjalani perawatan juga isolasi mandiri pada hari Minggu (23/10) naik 466 orang dibandingkan hari sebelumnya.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengumumkan ada tambahan tiga kasus konfirmasi positif sub varian omicron XBB

Kasus varian baru Covid-19 merupakan transmisi dari dalam negeri dan luar negeri. Hingga hari Selasa (25/10) ada total 4 kasus Covid-19 varian XBB di Indonesia.

Menurut Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI, dr. Mohammad Syahril, semua pasien bergejala ringan seperti batuk dan pilek. Semua pasien berhasil sembuh dengan melakukan isolasi mandiri.

Terdapat 2 pasien transmisi luar negeri yang terkonfirmasi XBB dan 2 pasien transmisi lokal.

Baca Juga: Hasil Liga Eropa: MU Bantai Sheriff 2-0 di Old Trafford

Dengan adanya penemuan ini, Kementerian Kesehatan melakukan upaya antisipatif dengan melakukan tracing dan testing terhadap kontak erat dan diketahui bahwa hasilnya negatif.

Semua pasien yang terpapar sudah melakukan vaksinasi bahkan ada juga yang sudah melakukan Booster.

Sejauh ini ada 24 negara di dunia yang melaporkan adanya kasus Covid-19 varian XBB. Varian ini menyebabkan lonjakan kasus yang cukup tajam di Singapura. 

Meski varian XBB ini dapat menular tapi fatalitasnya tidak lebih parah dari varian omicron.

Load More