“Serangkaian Kongres Luar Biasa dimulai dari mengirimkan surat pemberitahuan kepada FIFA yang mana berisikan usulan kongres,” ucap Mochammad Irawan, Ketua Umum PSSI dari unggahan channel Youtube PSSI TV, hari Sabtu (29/10/2022).
PSSI mempercepat dilakukannya KLB ini karena mencegah perpecahan dari kalangan anggota PSSI. Adapun untuk kegiatan KLB sendiri rencananya akan digelar pada bulan November 2023.
Menurut Irawan, yang seharusnya KLB dilaksanakn apabila terdapat permintaa tertulis dari setengah atau 2/3 jumlah anggota PSSI, berdasarkan Statuta PSSI. Kemudian, kegiatan KLB akan dilaksanakn setelaah tiga bulan permohonan tersebut.
Pada realitanya, hanya ada dua anggota PSSI yang telah membuat permohonan KLB yaitu klun Persebaya Surabaya dan Persis Solo.
“Ekco PSSI menetapkan agar KLB dipercepat, pemilihan dengan memperhatikan surat yang sudah diberikan oleh dua anggota yang memintanya. Exco PSSI berharap tidak terjadi perpecahan antar anggota, serta Exco PSSI merupakan mandataris yang telah dipilih oleh voter untuk mewakili PSSI,” jelas dari Ketua Umum PSSI, Mochammad Irawan.
Dari pihak PSSI juga berharap, keputusan agar KLB dipercepat, dengan mmepertimbangkan seluruh pemangku kepentingan supaya membantu dilanjutkannya pertandingan Liga 1, 2, dan 3 tahun 2022-2023.
Tim Gabungan Independen Pencari Fakta atau TGIPF yang mendesak PSSI pertama kali agar mempercepat KLB. Tim ini dibentuk oleh pemerintah setelah terjadinya tragedy di Malang, lebih tepatnya tragedy Kanjuruhan Malang, yang mana pada tragedy tersebut menewaskan kurang lebih 135 orang dan ratusan terluka.
Dokumen yang diluncurkan oleh TGIPF tanggal 14 Oktober 2022 berisikan rekomendasi jajaran Exco PSSI, salah satu diantarannya adalah Ketua Umum PSSI Mochammad Irawan, mengundurkan diri dalam rangka bertanggung jawab moral setelah jatuhnya ratusan korban, mulai dari yang meninggal maupun yang terluka dari peristiwa stadion Kanjurugan Malang.
TGIPF menutarakan agar Liga 1,2, dan 3 tidak diperbolehkan untuk terjadi sebelum adanya perubahan dari tata kelola kompetisi yang dilakukan PSSI.
Baca Juga: Mengenal Alergi Kerang-kerangan, Gejala, Penanganan dan Pencegahan
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Di Balik Sekolah yang Katanya Gratis, Ada Harga yang Tak Pernah Terlihat
-
7 RW di Kemayoran Ogah Ikut Musrenbang, Rano Karno Ungkap Biang Masalah 35 Tahun
-
31.000 Rumah Terdampak Bencana Terima Dana Stimulan Perbaikan Hunian
-
Teka-teki Wali Nikah Syifa Hadju, Ayah Kandung Hadir atau Pakai Wali Hakim?
-
Sedang Kehilangan Arah? Novel 'Rumah' Karya J.S. Khairen Akan Menemanimu
-
Bolehkan Polisi Razia di Jalan Kampung? Cek Aturan dan Syarat Sahnya di Sini!
-
BBM B50 untuk Kendaraan Apa? Ini 5 Mobil Diesel yang Kompatibel
-
Tolak Timnas Indonesia, Jayden Oosterwolde Kini Dirumorkan Pilih Turkiye?
-
KPK Bongkar SDB Pejabat Bea Cukai, Sita Emas dan Valas Rp2 Miliar
-
Balita Dikunci di Kamar Mandi: Kisah Horor di Balik Pintu Daycare Little Aresha Yogyakarta