/
Selasa, 01 November 2022 | 13:16 WIB
Warga tanami pohon pisang jalanan rusak di kabupaten blitar (jatim.suara.com)

Alasannya, pemerintah daerah tidak menanggapi keluhan warga. Padahal jalan rusak ini sangat berbahaya. Panjang jalan rusak ini mencapai 8 kilometer melalui tiga desa.

Warga menanam pohon pisang di sepanjang jalan ini di Desa Ngembul, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar. Pohon pisang itu dinamai sebagai protes atas rusaknya jalan desa yakni Desa Ngembul, Desa Rejoso dan Desa Jajakan.

Seorang warga bernama Suwani mengatakan jalan itu sendiri sekarang penuh lubang dan debu. Bahkan saat musim penghujan tiba, lubang-lubang tersebut berubah menjadi genangan air, yang seringkali berujung pada kecelakaan.

"Ini bentuk Protes kita setelah jalan desa ini tidak kunjung diperbaiki, total panjang jalan rusak ini bahkan mencapai 8 Kilometer," katanya dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com, Senin (31/10/2022).

Ia menjelaskan, kerusakan ini terjadi setelah jalan raya di desa tersebut sering dilewati truk besar bermuatan tebu serta gula yang menuju pabrik tebu setempat.

Akibat lalu lalang kendaraan besar truk pengangkut tebu tersebut, jalanan menjadi rusak parah. Tidak hanya mengakibatkan kecelakaan, jalan rusak juga mengganggu kesehatan warga.

Banyaknya debu yang beterbangan dan masuk ke rumah warga membuat masyarakat di Desa Ngembul sering terserang Batuk.

Warga kini juga harus rutin membersihkan rumah setiap pagi, siang dan sore hari. Hal itu dilakukan karena jumlah debu yang masuk ke rumah warga cukup banyak.

"Debunya sampai masuk rumah mas, warga juga banyak yang batuk-batuk hingga flu, karenakan kena debu itu," ungkap Sudarti, warga.

Baca Juga: Sosok Adzan Romer, Ajudan yang Sempat Todong Pistol ke Ferdy Sambo Usai Tembak Yosua

Warga Desa Ngembul yang lain, Wiwit, juga merasakan dampak yang sama. Rumah dan tokonya yang berada di dekat jalan raya Ngembul juga dipenuhi dengan debu jalan. Ia pun juga merasakan dampak buruk debu jalan terhadap kondisi kesehatannya.

"Dampaknya buruk, batuk aja tidak sembuh sembuh akibat debu itu, bahkan batuk hampir satu bulan ini," ujar Wiwit, warga sekitar.

Pembasahan jalan raya di desa Ngembul sendiri sebetulnya sudah dilakukan oleh perusahaan gula yang berada di Desa Rejoso Kabupaten Blitar. Namun menurut warga jika kondisi jalan sudah kering maka debu akan beterbangan kembali dan masuk ke rumah.

Kini warga berharap agar jalan desa itu segera diperbaiki. Tujuannya agar aktivitas warga dapat berjalan normal dan terhindar dari pencemaran debu.

Load More