Rois Mubaroq, pelajar SMAN Kota Malang ini mendatangi Crisis Center Arema FC menceritakan kisah sisa-sisa traumanya atas kejadian tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur pada awal Oktober lalu.
Sedikit terbatah-batah, Rois menceritakan kejadian yang sangat kelam tersebut. Ia bercerita bahwa saat kerusuhan terjadi, dirinya sedang berada di Tribun 12. Rois melihat banyak korban berjatuhan.
Rois juga menjadi salah satu korban luka pada kejadian tersebut, kaki kananya mengalami pengalaman syaraf pada tulang yang akibat terjepit dan tidak bisa digerakkan saat kerusuhan itu terjadi. Kini ia beryukur masih bisa terselamatan dari persitiwa kelam tersebut.
Saat ini ia masih dalam fase pemulihan dari sisa-sisa trauma yang menghinggapinya. Ia datang ke Crisis Center Arema FC untuk mendapatkan bantuan.
“Alhamdulillah masih diberikan keselamatan. Karena saat itu benar-benar panik dan hanya bisa pasrah. Saya berterima kasih atas bantuannya, ini berarti untuk pemulihan saya,” kata Rois dikutip laman resmi klub, Jumat (4/11/2022).
Sementara itu, Crisis Center Arema FC ini akan berjalan sampai 9 November 2022 mendatang. Penutupan ini tepat pada peringatan 40 hari tragedi Kanjuruhan yang menghilangkan 135 nyama dan ratusan korban luka-luka ini.
“Sesuai dengan Arahan tertarik, jadi untuk tahap ini akan ditutup pada 9 November 2022 mendatang,” ungkap Tjiptadi Purnomo, salah satu anggota tim Crisis Center Arema FC.
Sebelumnya, Crisis Center Arema FC juga terus bergerak meringankan beban korban tragedi Kanjuruhan. Korban lain yang merasa terbantu dengan adanya Crisis Center Arema FC ini salah satunya Afridha Cahyaningrum yang berasal dari Kecamatan Sawo, Ponorogo.
Komunikasi dengan tim Crisis Center Arema FC dalam mengikuti perkembangan Afridha terus dilakukan, kondisi terbaru Afridha membaik setelah mendapatkan perawatan di RSUD Ponorogo. Kepastian ini didapatkan setelah tim Crisis Center Arema FC melakukan koordinasi dengan Aremania Ponorogo.
Baca Juga: Milanisti Siap-siap! Trofi Juara Liga Italia AC Milan Sambangi Jakarta Pertengahan November
“Komunikasi dengan korban luar kota memang terus dilakukan, meski terkendala jarak namun kami berupaya untuk mendapatkan informasi mengenai kondisi terbaru korban. Salah satunya adalah korban yang di Ponorogo, kami banyak terbantu setelah komunikasi dan melakukan koordinasi dengan rekan-rekan Aremania Ponorogo,” ungkap salah satu anggota tim Crisis Center Arema FC, Adelia Awanda.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali