/
Minggu, 23 Oktober 2022 | 04:10 WIB
Tangkapan pelatih Arema FC, Javier Roca saat diwawancara media asing. ((Twitter/@tagliasaMultim1))

Pelatih Arema FC Javier Roca mengungkapkan kondisi para pemainnya usai tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada 1 Oktober 2022 lalu. 

Javier mengungkapkan bahwa hingga saat ini para pemain Arema FC masih dirundung kesedihan akibat peristiwa yang memakan korban hingga 134 jiwa tersebut.

Ia mengatakan bahkan ada beberapa pemain yang masih belum bisa berkonsentrasi saat menjalani latihan.

"Masih ada beberapa pemain, saya tidak mau salah sebut, tapi apakah itu trauma atau dalam kesedihan. Ada beberapa," kata Javier di Kota Malang dikutip Antaram, Sabtu (22/10/2022).

Javier menjelaskan, kesedihan para pemain Arema FC bertambah ketika mereka mendatangi rumah keluarga para korban.

Ia mengatakan bahwa pada saat itu, para pemain sangat terpukul dan sedih.

"Waktu kami ke rumah korban, mereka lebih terpukul dengan situasi dan kondisi keluarga korban. Tapi, selama beberapa hari ini, mereka sudah mulai bersemangat," kata Javier.

Arema FC memang sudah mulai mejalani latihan pasca tragedi Kanjuruhan. Namun, sampai saat ini mereka masih belum sepenuhnya menjalani sesi latihan secara rutin dan sebagaimana yang biasa dilakukan.

Javier mengungkapkan bahwa sesi latihan Arema FC saat ini hanya sebatas untuk menjaga kekompakan para pemain, dan membuat para pemain untuk kembali terbiasa berada di lapangan.

Baca Juga: Gempita Noura Martin Bikin Gemes, Malaikat Cantik Tidak Berdosa

"Makanya, latihan di lapangan itu lebih untuk menjaga kekompakan, terbiasa masuk ke lapangan. Tidak main atau ada taktis dan lainnya," ungkap Javier.

Sesi latihan tim Arema FC pun masih didampingi psikolog demi menjaga perkembangan sikologi para pemain.

Kericuhan yang terjadi pasca pertandingan antara Arema FC vs Persebaya pada Sabtu (1/10) memang masih menyisakan luka yang mendalam bagi para pecinta sepak bola di Tanah Air bahkan di seluruh dunia.

Akibat peristiwa itu, tercatat ratusan korban yang meninggal dan luka-luka. Beberapa suporter bahkan memilih untuk menggantungkan atributnya dan berjanji tidak akan lagi datang ke stadion sebagai bentuk support dan dukungan serta protes atas terjadinya peristiwa memilukan ini.

Dilaporkan hingga kini tercatat ada sebanyak 134 korban jiwa akibat patah tulang.

Load More