/
Senin, 07 November 2022 | 20:51 WIB
Perayaan HUT ke-8 Partai Perindo! Jokowi Dukung Prabowo Subianto, Capres 2024 (mataram.antaranews.com)

Jokowi mengatakan hal tersebut ketika Perayaan HUT ke-8 Partai Perindo pada Senin (07/11/2022). 

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi secara frontal mengemukakan, jika Prabowo akan mendapatkan pengalaman yang sama seperti dirinya.

"Kelihatannya setelah ini, jatahnya Pak Prabowo," kata Jokowi, setelah Prabowo yang hadir dalam agenda tersebut berdiri merespon perkataan Jokowi dengan memberikan hormat.

Jokowi sendiri pun tidak membantah jika perkataannya itu adalah sinyal kuat bentuk dukungannya kepada Menteri Pertahanan (menhan) tersebut.

"Ya, diartikan sinyal, ya, boleh. Tapi kan saya ngomongnya juga... nggak apa-apa lah," ucapnya.

Sebelumnya, Jokowi sempat meminta maaf kepada Prabowo lantaran pernah pamer dengan sederet jabatan yang pernah diembannya sebagai kepala daerah. 

Pernyataan tersebut dipicu oleh ucapan Ketum Perindo Hary Tanoesoedibjo yang menyampaikan, jika Jokowi bisa memenangkan beragam kontestasi hingga mampu menjabat sebagai presiden hingga dua kali.

"Tadi Pak Hary menyampaikan saya ini dua kali wali kota di Solo menang, kemudian ditarik ke Jakarta gubernur sekali menang. Kemudian dua kali di pemilu Presiden juga menang," katanya.

Setelah bicara, Jokowi lalu melirik Prabowo yang duduk di hadapannya. Ia langsung menyampaikan permohonan maaf.

Baca Juga: Tak Tahan Berada di RS, Nikita Mirzani Lebih Betah Menginap di Rutan Serang

"Mohon maaf Pak Prabowo," kata Jokowi disambut riuh para undangan yang hadir.

Prabowo langsung berdiri merespon perkataan dengan memberikan hormat kepada Jokowi. Kemudian Jokowi menyampaikan kalau setelah ini, Prabowo akan mendapatkan pengalaman yang sama seperti dirinya.

Meski begitu, Jokowi menegaskan jika nama calon presiden dan calon wakil presiden itu sepenuhnya berada di tangan partai politik maupun koalisi. Pihak yang bisa memilih itu rakyat pada hari pencoblosan.

"Partai atau gabungan partai, yang milih rakyat sehingga sekali lagi hati-hati memilih capres dan cawapres," ujarnya.

Load More