/
Jum'at, 11 November 2022 | 05:48 WIB
Aremania membawa foto korban saat memperingati 40 hari tragedi Kanjuruhan (ANTARA FOTO/H. Prabowo/abs/tom)

Komisaris PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (PT AABBI) Tatang Dwi Arifianto mengungkapkan sebuah pesan yang diterimanya dari para korban dan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

Tatang mengatakan, sebagian besar pesan yang ia terima dari para korban dan keluarga korban yakni menginginkan bersama untuk tetap tegar dan bisa bangkit kembali.

“Kami merasakan duka yang mendalam, derita yang mendalam dari keluarga korban. Namun mereka juga sebagian besar menitipkan pesan agar kita bersama tegar dan bangkit serta mendukung penuntasan untuk mendapatkan keadilan yang obyektif,” ungkap Tatang dikutip laman resmi klub, Rabu (9/11/2022).

Tatang menambahkan, Arema FC dengan Aremania merupakan satu kesatuan yang diikat dalam hubungan keluarga. Sebagaimana layaknya seorang keluarga masing-masing memiliki peran untuk saling menguatkan satu sama lain.

“Kita satu keluarga kami sangat ingin saling menguatkan. Kami terus berupaya untuk membantu, namun kami merasa masih banyak kekurangan, kekhilafan , kealpaan dalam turut membantu meringankan penderitaan korban, kami memohon maaf atas itu semua,” tambahnya.

Momen peringatan 40 hari tragedi Kanjuruhan ini juga sekaligus menjadi akhir bagi operasional Crisis Center Arema FC yang senantiasa membantu para korban dalalm hal pengaduan dan pendistribusian bantuan.

Tatang menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang dengan tulus dan ikhlas memberikan santunan dan bantuan untuk para korban Tragdei Kanjuruhan, Malang.

“Kami sampaikan terima kasih kepada Bapak Gilang yang sebelumnya sebagai Presiden Klub atas santunan yang diberikan, direksi dan Indosiar, serta relawan di Center dalam mendata menerima dan mendistribusi santunan ke berbagai daerah, semoga apa yang telah diperbuat diberikan berkah barokah,” ujarny.

“Sekali lagi kepada para korban yang wafat kita doakan semoga husnul khotimah, diterima amal ibadahnya, untuk keluarga korban diberikan ketabahan dan kekuatan batin. Bagi yang mengalami luka-luka segera sembuh dan beraktivitas seperti semula, ” pungkas Tatang.

Baca Juga: Hasil Liga Italia: Tekuk Monza, Luka Romero Bawa Lazio ke Posisi Kedua

Terakhir, Tatang menjelaskan bahwa selama Crisis Center Arema FC ini beroperasi tercatat 135 korban meninggal sudah mendapatkan 35 juta rupiah dengan rincian dari Presiden Klub 10 juta, Direksi 10 juta, dan Indosiar yang mempercayakan distribusinya kepada Crisis Center Arema FC sebanyak 15 juta.

Selain itu, korbal luku berat sebanyak 24 orang dan korban luka ringan sebanyak 163 orang juga sudah mendapatkan bantuan.

Load More