Komisaris PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (PT AABBI) Tatang Dwi Arifianto mengungkapkan sebuah pesan yang diterimanya dari para korban dan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.
Tatang mengatakan, sebagian besar pesan yang ia terima dari para korban dan keluarga korban yakni menginginkan bersama untuk tetap tegar dan bisa bangkit kembali.
“Kami merasakan duka yang mendalam, derita yang mendalam dari keluarga korban. Namun mereka juga sebagian besar menitipkan pesan agar kita bersama tegar dan bangkit serta mendukung penuntasan untuk mendapatkan keadilan yang obyektif,” ungkap Tatang dikutip laman resmi klub, Rabu (9/11/2022).
Tatang menambahkan, Arema FC dengan Aremania merupakan satu kesatuan yang diikat dalam hubungan keluarga. Sebagaimana layaknya seorang keluarga masing-masing memiliki peran untuk saling menguatkan satu sama lain.
“Kita satu keluarga kami sangat ingin saling menguatkan. Kami terus berupaya untuk membantu, namun kami merasa masih banyak kekurangan, kekhilafan , kealpaan dalam turut membantu meringankan penderitaan korban, kami memohon maaf atas itu semua,” tambahnya.
Momen peringatan 40 hari tragedi Kanjuruhan ini juga sekaligus menjadi akhir bagi operasional Crisis Center Arema FC yang senantiasa membantu para korban dalalm hal pengaduan dan pendistribusian bantuan.
Tatang menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang dengan tulus dan ikhlas memberikan santunan dan bantuan untuk para korban Tragdei Kanjuruhan, Malang.
“Kami sampaikan terima kasih kepada Bapak Gilang yang sebelumnya sebagai Presiden Klub atas santunan yang diberikan, direksi dan Indosiar, serta relawan di Center dalam mendata menerima dan mendistribusi santunan ke berbagai daerah, semoga apa yang telah diperbuat diberikan berkah barokah,” ujarny.
“Sekali lagi kepada para korban yang wafat kita doakan semoga husnul khotimah, diterima amal ibadahnya, untuk keluarga korban diberikan ketabahan dan kekuatan batin. Bagi yang mengalami luka-luka segera sembuh dan beraktivitas seperti semula, ” pungkas Tatang.
Baca Juga: Hasil Liga Italia: Tekuk Monza, Luka Romero Bawa Lazio ke Posisi Kedua
Terakhir, Tatang menjelaskan bahwa selama Crisis Center Arema FC ini beroperasi tercatat 135 korban meninggal sudah mendapatkan 35 juta rupiah dengan rincian dari Presiden Klub 10 juta, Direksi 10 juta, dan Indosiar yang mempercayakan distribusinya kepada Crisis Center Arema FC sebanyak 15 juta.
Selain itu, korbal luku berat sebanyak 24 orang dan korban luka ringan sebanyak 163 orang juga sudah mendapatkan bantuan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Identitas Korban Bus ALS di Muratara Bertambah, Satu Keluarga Masuk Daftar Korban Tewas
-
Di Tengah Perang, Amir Ghalenoei Obsesi Bawa Iran Lepas dari Kutukan di Piala Dunia 2026
-
Strategi Adidas Kuasai Piala Dunia 2026: Lionel Messi Adu Akting dengan Timothe Chalamet
-
Harga BBM Diesel Mencekik, Toyota Siapkan Senjata Rahasia untuk Fortuner?
-
Apa Itu 'Homeless Media' yang Viral dari Kebijakan Bakom RI
-
Apakah Sunscreen Bisa Meredakan Jerawat? Simak Tips Memilih Produk yang Tepat
-
Oknum Guru SLB di Berau Jadi Tersangka Pencabulan 5 Siswi Disabilitas
-
Multiplier Effect Industri Hulu Migas, Dukung Perekonomian Daerah
-
Tren 'Kicau Mania' dan Suara Burung yang Tak Lagi Saya Dengar
-
Buku Puisi Sergius Mencari Bacchus: Antara Kesepian, Doa, dan Keberanian