Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menugaskan Ketua RT, RW, dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) untuk berkolaborasi serta bergotong-royong dalam mengentaskan kemiskinan dan pengangguran di perkampungan.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta agar mereka melakukan penyisiran dan pemetaan keluarga dengan pendapatan kurang dari Rp 5 juta per bulan.
"Tugas RT, RW, LPMK, dengan masyarakat adalah menentukan siapa (warga) dalam RT itu yang membutuhkan, termasuk warga miskin," kata Eri di Surabaya, Selasa (21/11/2022).
Cak Eri melanjutkan, nantinya Lurah setempat juga harus memberikan penjelasan mengenai kategori atau klaster warga miskin di lingkungannya. Eri tidak ingin ada masyarakat yang secara ekonomi tergolong mampu, namun terdaftar dalam kategori masyarakat miskin yang bahkan menerima bantuan.
"Tidak seperti sekarang yang due (punya) motor atau mobil mlebu (masuk) keluarga miskin. Nanti ditujukan kepada warganya, pantaskah wong iki nerimo? (menerima)" katanya.
Eri mengatakan, ketika masyarakat mempunya sepeda motor, maka tidak bisa dikategorikan masuk ke keluarga miskin, namun lebih cocok masuk kategori keluarga pra miskin. Keluarga miskin adalah orang yang penghasilannya untuk makan saja kadang tidak cukup.
"Tapi kalau dia penghasilan untuk cicil motor, berarti dia masuk keluarga pra miskin, dia sudah sejahtera tapi masih dalam kategori pra miskin," kata Eri.
Kemudian Cak Eri mengatakan, berbagai bantuan diberikan Pemkot Surabaya untuk memudahkan masyarakat menikmati berbagai fasilitas di Kota Pahlawan. Seperti sekolah gratis tingkat SD dan SMP negeri, serta pemanfaatan pelayanan kesehatan gratis melalui program Universal Health Coverage (UHC).
"Sedangkan rumah tidak layak huni (Rutilahu) maka keluarga miskin dulu yang diselesaikan baru keluarga pra miskin. Ini semua harus sadar untuk mengubah mindset (kebiasaan) dengan kekuatan warga yang guyub," katanya.
Baca Juga: Review Anime Fugou Keiji: Detektif Kaya dengan Anggaran Unlimited
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia
-
Izin Bodong! Daycare Little Aresha Jogja Ternyata Tak Berizin, 53 Anak Jadi Korban Kekerasan
-
Tren Arsitektur Hijau 2026: Material Eco-Friendly Jadi Standar Baru Bangunan
-
Satu Kamar Diisi 20 Anak! Polresta Jogja Bongkar Praktik Tak Manusiawi di Daycare Umbulharjo
-
Provinsi Banten Bebaskan Pajak Kendaraan Listrik
-
Menyusuri Jalur Surade Sukabumi-Bogor: Seluruh SPBU Kosong Bio Solar, Truk Beras Terhambat
-
Narasi Pemerintah soal Harga Tiket Pesawat Naik 13 Persen Dinilai Menyesatkan
-
5 Rekomendasi Track Gowes di Bogor yang Ramah Bapak-bapak, Cocok Buat Sehat Bareng Komunitas
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Terlalu Kocak, Benedictus Siregar Bikin Fatih Unru Sulit Fokus Syuting Gudang Merica