Eri Cahayadi yang merupakan Wali Kota Surabaya mengatakan korupsi bukan hanya dalam bentuk uang, melainkan juga waktu.
Eri mengungkapkan hal tersebut saat acara peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2022 di Balai Pemuda Surabaya, Kamis (01/12/2022).
Pada momen ini dia mengingatkan kembali kepada jajarannya di lingkungan pemkot setempat agar selalu tepat waktu dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Bahkan, sebagai wujud komitmen tersebut, Cak Eri menegaskan bahwa pihaknya akan menerapkan sistem jam pelayanan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Masing-masing jenis pelayanan itu akan diatur berapa batas maksimal waktunya.
Cak Eri lantas mencontohkan penerapan sistem pelayanan yang ada di RSUD Dr. Soewandhie, RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH), dan puskesmas yang mulai pekan depan akan tertempel pelayanan yang sesuai dengan pelayanan jam yang tertera di ruang tunggu.
Pedoman waktu pada fasilitas pelayanan kesehatan milik Pemkot Surabaya, misalnya, untuk pengambilan obat racikan, diatur batas maksimal pelayanan 40 menit. Sementara itu, untuk pengambilan obat bukan racikan, maksimal 15—20 menit. Pedoman batas waktu ini akan ditempel di masing-masing layanan kesehatan.
"Jika ada keterlambatan, pasien diberikan Rp50 ribu sebagai denda dari teman-teman rumah sakit. Jadi, kalau telat 1 jam, bayar Rp50 ribu. Bila telat 2 jam, dikumulatifkan kompensasi Rp200 ribu," kata Cak Eri.
Selain mengatur batas waktu maksimal pada fasilitas pelayanan kesehatan, Cak Eri juga mengatakan bahwa transparansi serapan anggaran juga akan dipampang di tempat-tempat publik, baik itu serapan anggaran pada perangkat daerah (PD) maupun di tingkat kecamatan dan kelurahan.
"Insyaallah, di rumah sakit akan kami mulai Senin depan. Terkait dengan transparansi di seluruh dinas, kelurahan, dan kecamatan, insyaallah, akhir bulan ini kami lakukan semuanya," kata dia.
Pada peringatan Hakordia yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu, Cak Eri ingin menggabungkan kembali bahwa korupsi adalah kejahatan yang harus musnah di Indonesia.
"Kejahatan korupsi ini bukan hanya terjadi pada orang tertentu, melainkan juga siapa saja," kata Cak Eri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Justin Hubner Dilarang Fortuna Sittard Bela Timnas Indonesia di Piala AFF 2026,
-
Cuek Performa Pemain Persija di Timnas Indonesia Piala AFF 2026, Shin Tae-yong: Saya Tak Sempat...
-
Tunda Nyicil CBR250RR: Ini 6 Mobil Keluarga 7 Seater Bandel Harga Rasa Motor
-
Avtur Mahal dan Dolar Naik: Mengapa Maskapai Disalahkan?
-
Jatim Media Summit 2026, Pemprov Jatim Sebut Media Jadi Motor Penggerak Ekonomi Kreatif Daerah
-
Staf KPK Jadi Tersangka karena Peras Bupati Pemalang, Jubir: Ini Menjadi Introspeksi Kami
-
Enam Dokter Muda Wafat Dalam 5 Bulan! Mayoritas Burnout Akibat Sistem Internship yang Eksploitatif
-
Berangkat Pagi Ini, Berikut daftar 23 Pemain Timnas Indonesia vs Timor Leste di Piala AFF 2026
-
Physical Sunscreen Cocok untuk Kulit Apa? Ketahui agar Perlindungan Optimal
-
Pakai Nomor Keramat, Mariano Peralta Kirim Sinyal Bahaya untuk Rival Persib Bandung