Pemerintah Kota Surabaya saat ini sedang melakukan pengecekan ulang terhadap Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI) BPJS.
Mekanismenya cukup membawa kartu tanda penduduk (KTP) lalu bisa mendapatkan layanan fasilitas kesehatan BPJS kelas tiga secara gratis dan ini tidak berlaku bagi warga kaya.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, sejak 1 April 2021 lalu, Pemkot sudah membayar BPJS kelas 3 untuk semua warga, tak terkecuali orang kaya.
Itu, usai Pemkot menandatangani nota kesepakatan bersama BPJS Kesehatan Kantor Cabang Surabaya, dalam program Jaminan Kesehatan Semesta (Universal Health Coverage/UHC). Artinya, jaminan kesehatan pada sebuah kota sudah mencapai 95 persen, maka warga yang sakit cukup menunjukkan KTP untuk mendapatkan layanan kesehatan.
“Jadi gini, BPJS itu, pemkot membayar semuanya. Yang pastinya UHC 95 (persen) Surabaya, sudah lama. Orang Surabaya bawa KTP sudah gratis. Yang bayar siapa, ada pemerintah, perusahaan, juga warga. Ini lagi dipetani, sing sugih bayar dewe yo (ini lagi dicek lagi, yang kaya bayar sendiri ya),” kata Eri, Sabtu (3/11/2022).
Nantinya, warga miskin dan pra miskin di Surabaya akan tetap dibiayai Pemkot.
“Segera kita juga akan keluarkan data warga miskin dan pra miskin. Itu harus kita cover. Yang kaya-kaya diparani (didatangi) ayo, bayar BPJS. Itu tugas pemerintah, ojok dibayari kabeh (jangan dibayari semua), tapi bagaimana pemerintah menggugah masyarakat agar itu bisa berjalan,” tambahnya.
Meskipun begitu, Eri mengakui, ini tidak mudah. Tapi yang jelas, penghitungan jumlah orang kaya yang menerima PBI BPJS ini sedang dilakukan.
“Ini yang kita bangun. Per kampung sekarang dipetani kita hitung. Kampung ini sekian yang dibayari pemerintah, yang mandiri sekian. Ini sedang proses. Berat. Merubah hati dan mindset,” sambungnya.
Baca Juga: 4 Manfaat Menggunakan Facial Wash, Bukan Hanya Sekadar Pembersih Wajah
Soal berapa banyak temuan itu, Eri belum tahu. Selama ini, semua warga yang berkenan BPJS kelas tiga, maka dibayar pemkot. Tapi setelah ini, ia minta kesadaran warga kaya.
“Kita tidak lihat, kita hanya lihat KTP pokok asal Surabaya, mau kelas tiga, dibayar. Kita geber dahulu, yang penting UHC, ternyata UHC itu ada yang dari pemkot, perusahaan, masyarakat. UHC sudah sambil berjalan, hari ini berproses ke sana. Setelah ini berjalan, ayo sadar,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, ditemukan di lapangan soal iuran BPJS Kesehatan yang tidak tepat sasaran. DPR minta pemerintah pusat dan daerah segera menelusuri data orang kaya yang menerima iuran BPJS Kesehatan. Budi Gunadi Sadikin Menteri Kesehatan juga rencananya akan membuat kelas BPJS kesehatan khusus untuk peserta dari golongan ekonomi menengah ke atas. (lta/ipg)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Kabar Gembira! Pemkab Bogor Gelar Pangan Murah di Cibinong, Harga di Bawah Pasar
-
Ramadan Jadi Momentum Refleksi Finansial, Nanovest Ajak Investor Susun Portofolio Sehat
-
Jadwal Imsak Kota Malang 27 Februari 2026, Jangan Lupa Shalat Jumat!
-
Lapis Hukum Ganda Menanti Ibu Tiri TR: Setelah Pidana, Disusul Administrasi Kepegawaian Kemenag
-
Ricuh di Musi Rawas! Kantor Lurah Pasar Muara Beliti Diserbu Warga, Ini Pemicunya
-
Comeback dari Cedera Panjang, Ini Komentar Bek PSIM Yogyakarta Asal Belanda
-
Pemuda 18 Tahun Perkosa Penyandang Disabilitas di Lamongan, Kenalan Lewat Instagram
-
Menjual Keranda di Malam Ganjil
-
Pohon Tumbang Tutup Jalan Malang-Kediri, BPBD Gerak Cepat
-
S&P Peringatkan Indonesia soal Tekanan Fiskal, Ada Risiko Penurunan Rating