Pelatih Tim Nasional Sepak Bola Indonesia, Shin Tae Yong mengungkapkan bahwa kondisi fisik para pemain Timnas Garuda sempat anjlok lantaran tidak adanya pertandingan klub yang digelar karena pemberhentian kompetisi sementara akibat Tragedi Kanjuruhan di Malang beberapa waktu lalu.
Namun, pelatih asal Korea Selatan itu juga menyampaikan kondisi fisik para pemainnya kini sudah berangsung membaik setalah kurang lebih satu minggu ini menjalani latihan dengan intensitas yang cukup tinggi.
"Memang dengan Liga 1 berhenti fisik semua anjlok. Karena itu latihan sekarang (polanya) pagi latihan di gym, sore latihan lari. Jadi sedikit demi sedikit (kondisi pemain) semakin membaik," tutur Shin Tae-yong, Senin (5/12/2022).
Sudah sepekan memang Timnas Indonesia menjalani pemusatan latihan di Bali United Training Center, Pantai Purnama, Gianyar sejak Senin, 28 November 2022 kemarin. Kini kondisi skuad Garuda mengalami kemajuan dan perkembangan positif.
Pada pekan pertama TC, Shin Tae-yong menggeber anak asuhnya dengan latihan fisik. Para pemain kerap berlatih dua kali dalam satu hari. Pagi hari berlatih di gym, lalu sorenya ke lapangan.
Intensitas latihan yang sangat tinggi ini juga diakui Shin Tae Yong dalam latihan sepekan pertama di Bali ini. Namun, ia beryukur karena para pemainnya dapat mengikuti program latihann yang diberikan.
"Memang latihan seminggu ini intensitasnya sangat tinggi dan program latihan timnas juga berjalan lancar. Para pemain mengikuti latihan dengan baik walaupun intensitasnya tinggi," kata Shin Tae-yong.
Shin Tae-yong menjelaskan, pada pekan pertama TC, dirinya memang fokus ke latihan penguatan otot dan fisik pemain. Ini disebabkan mayoritas pemain Timnas Indonesia dalam kondisi tidak sedang berkompetisi akibat Liga 1 dihentikan selama dua bulan sejak 2 Oktober 2022 kemarin.
Memasuki pekan kedua TC, Shin Tae-yong menyebut program latihannya tidak akan jauh berbeda. Penguatan otot dan peningkatan fisik pemain tetap jadi fokus utama.
Baca Juga: Jokowi Tambah Besaran Bantuan Bagi Warga Cianjur yang Rumahnya Rusak, Paling Tinggi Rp 60 Juta
"Jadi saya memang sedang berusaha untuk membuat penguatan dasar karena dengan kompetisi berhenti jadi semua pemain hampir sama (kondisinya)," tambah pelatih asal Korea Selatan tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Choi Woo Shik Angkat Bicara Usai Dituduh Abaikan Penggemar Kulit Hitam
-
Warga Kampung Bayam Geruduk Balai Kota, Tagih Janji Pramono soal Hunian dan Hak Dasar
-
Siap Ganti ke B50? Ini Daftar Lengkap Kendaraan yang Bisa Pakai Biodiesel Sawit
-
Ribuan Pengungsi di Indonesia Belasan Tahun Tanpa Kejelasan, Ini Penjelasan UNHCR
-
Hidden Gem di Muara Bulian: Menikmati Kuliner Lezat di Tepi Sungai Bujang
-
Byun Yo Han hingga Ha Yoon Kyung Bintangi Film Misteri The Auspicious Day
-
Kulit Kering Bagusnya Pakai Bedak Apa? Ini 5 Pilihan agar Makeup Tetap Flawless
-
3 Foundation Lokal Alternatif Giorgio Armani, Simak Klaim dan Review Pembelinya
-
Belanda vs Maroko: Ronald Koeman Janji Oranje Tetap Tampil Ofensif
-
Viral Balap Liar Tutup JLNT Antasari, Ahmad Sahroni: Penjarakan, Biar Kapok!