Tite resmi mundur dari jabatannya sebagai manajer pelatih Brazil usai gagal membawa negaranya melaju ke semifinal Piala Dunia 2022.
Brazil kalah dalam adu penalti dengan Kroasia di babak perempat final yang berlangsung di Education City Stadium, Jumat (9/12/2022).
"Ini adalah kekalahan yang menyakitkan tapi saya pergi dengan damai. Ini adalah akhir dari sebuah siklus. Saya sudah mengatakan itu satu setengah tahun yang lalu. Saya tidak datang ke sini untuk menang dan kemudian berbalik dan berkata saya akan bertahan. Orang-orang yang mengenal saya tahu itu," kata mantan bos Corinthians itu.
Tite melatih Brazil sejak 2016 dan memenangkan Copa Amerika pada tahun 2019. Tite memenangkan 61 laga dari total 82 pertandingan yang ia jalani bersama Brazil.
Sementara itu, Neymar yang saat ini sudah berusia 30 tahun masih mempertimbangkan dan belum memutuskan masa depannya di timnas Brazil. "Saya perlu memikirkan lebih banyak tentang ini," kata dia.
Penyerang Paris St-Germain itu menyamai rekor pencetak gol Pele dengan 77 gol dalam 124 penampilan untuk tim nasional pria Brasil setelah membawa mereka memimpin melawan Kroasia di perpanjangan waktu.
Tapi gol penyeimbang Bruno Petkovic pada menit ke-117 dan kekalahan 4-2 Brasil berikutnya melalui adu penalti membuat mantan pemain Barcelona itu harus mengambil keputusan.
"Saya tidak menutup pintu di tim nasional tetapi saya juga tidak menjamin 100% bahwa saya akan kembali," kata Neymar, yang melakukan debut internasionalnya pada usia 18 tahun.
"Saya perlu berpikir lebih banyak tentang ini, tentang apa yang tepat untuk saya dan untuk tim nasional."
Baca Juga: Yakin Anies Baswedan Pemimpin Toleran, NasDem Minta Pilpres 2024 Tidak Dipecah-belah
Neymar bermain di tiga Piala Dunia untuk Selecao, membantu mereka mencapai semifinal di negara asalnya pada 2014 sebelum kalah 7-1 di tangan Jerman di empat besar karena cedera.
"Perasaan yang mengerikan. Saya pikir ini adalah perasaan yang lebih buruk daripada yang terjadi di Piala Dunia terakhir," kata Neymar, mengacu pada kekalahan 2-1 Brasil di perempat final oleh Belgia di Rusia 2018.
"Sulit untuk menemukan kata-kata untuk menggambarkan momen ini. Kami berjuang dan saya bangga dengan rekan satu tim saya, bangga dengan karakter yang mereka tunjukkan untuk maju dan mengambil penalti," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Pemerintah Siapkan Tiga Skema Pembayaran PPPK di Daerah, Pastikan Tak Ada yang Dirumahkan
-
7 Cara Membersihkan Rice Cooker yang Benar agar Tidak Bau dan Tetap Awet
-
Saat AI Jadi Senjata Baru Gaming, Palit RTX 5060 Ti Bawa GDDR7 hingga 16GB
-
Drama Utang Rp300 Juta di Sampang: Hayat yang Disekap dan Dianiaya Tetangga Sendiri
-
Mulai Ada di Toko Optik, Mengenal Cara Kerja Skrining Retina untuk Deteksi 8 Penyakit Kronis
-
Dasco dan Muhadjir Effendy Bertemu, Upayakan Perpendek Masa Tunggu Jemaah Haji
-
Bank BJB Diduga 'Kondisikan' Hasil Audit BPK Terkait Pengadaan Iklan
-
Profil dan Jejak Karier Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI Usulan Prabowo
-
Malam Kelam di Sungai Burung, Nelayan Muda yang Hilang Ditemukan Tak Bernyawa
-
Lingkungan Rusak Bukan karena Tak Tahu, tetapi karena Tak Dibiasakan