Federasi sepak bola Maroko (FMRF) telah memprotes badan sepak bola dunia FIFA tentang wasit saat kekalahan semifinal Piala Dunia Rabu oleh juara bertahan Prancis di Qatar.
FMRF tidak senang karena wasit Meksiko Cesar Ramos gagal menghadiahkan penalti pada babak pertama kepada tim Afrika Utara itu ketika Theo Hernandez melakukan kontak dengan Sofiane Boufal di area penalti.
Alih-alih memberikan tendangan penalti yang dirasa tepat oleh beberapa orang, Ramos malah menilai pemain sayap Boufal karena melakukan pelanggaran.
Orang Maroko juga tidak senang bahwa pemain pengganti Selim Amallah ditarik keluar saat ia menunggu pengiriman set-piece juga gagal mendorong pandangan lain dari ofisial.
Tim Afrika dan Arab pertama yang bertanding di semifinal Piala Dunia, Maroko kalah 2-0 setelah gol awal oleh bek kiri Hernandez diikuti oleh gol telat dari pemain pengganti Randal Kolo Muani.
"FMRF telah menulis kepada badan yang relevan untuk meninjau keputusan wasit yang mencabut dua penalti dari tim Maroko yang tidak dapat disangkal dalam pandangan beberapa spesialis wasit," kata badan pengatur Maroko dalam sebuah pernyataan.
"FMRF sama herannya dengan video asisten wasit (VAR) tidak bereaksi terhadap situasi ini."
Kurangnya intervensi VAR membingungkan beberapa dari mereka yang bekerja sebagai pakar selama pertandingan.
"Bagi saya itu tampak seperti penalti bagi Maroko - VAR tidak berfungsi," tanya mantan striker Inggris Chris Sutton, yang menghadiri pertandingan untuk radio domestik Inggris.
Itu adalah analisis yang disetujui oleh mantan bek Inggris Rio Ferdinand. "Saya pikir itu adalah penalti untuk Sofiane Boufal, bukan pelanggaran olehnya," kata mantan pemain Manchester United yang bekerja sebagai pakar televisi itu.
Atlas Lions masih memiliki satu pertandingan tersisa di Qatar saat mereka menghadapi Kroasia di perebutan tempat ketiga hari Sabtu.
Setelah menantang ekspektasi dengan mengalahkan Belgia, Spanyol, dan Portugal dalam perjalanan ke empat besar, Atlas Lions kini dapat menjadi tim Afrika pertama yang meraih medali perunggu efektif di Piala Dunia.
Hingga saat ini belum ada tanggapan dari FIFA terkait hal ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
6 Cara Mengamankan Akun Instagram agar Tidak Diretas seperti Ahmad Dhani
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan