Mantan pemainn Chelsea dan Juvenntus Gianluca Vialli dikabarkan meninggal dunia pada usia 58 tahun usai divonis menderita kanker selama lima tahun. Ia pertama kali didiagnosa menderita kanker pankreas pada tahun 2017.
Kabar tersebut kemudian dikonfirmasi langsung oleh pihak keluarganya. "Dikelilingi oleh keluarganya, dia meninggal tadi malam setelah lima tahun sakit yang dihadapi dengan keberanian dan martabat," berikut bunyi pernyataan tersebut, Jumat (6/1/2023).
"Kami berterima kasih kepada banyak orang yang telah mendukungnya selama bertahun-tahun dengan kasih sayang mereka. Kenangan tentang dia dan teladannya akan hidup selamanya di hati kami."
Vialli adalah bagian dari staf pelatih yang membawa Italia menjuarai Euro 2020, tetapi setelah itu ia meninggalkan perannya di tim nasional pada Desember untuk menjalani perawatan lebih lanjut.
"Saya tahu saya mungkin tidak akan mati karena usia tua, saya berharap untuk hidup selama mungkin, tetapi saya merasa jauh lebih rapuh dari sebelumnya," kata Vialli dalam film dokumenter Netflix yang ditayangkan pada Maret 2022.
Dia menjadikan penyakit kankernya sebagai teman perjalanan yang dia harap pada akhirnya akan meninggalkannya dalam damai setelah menguji keberaniannya.
"Penyakit dapat mengajarkan banyak hal tentang siapa Anda, dan dapat mendorong Anda untuk melampaui cara hidup kita yang dangkal," katanya.
Menyusul berita tersebut presiden Federasi Sepak Bola Italia Gabriele Gravina mengatakan, "Gianluca adalah orang yang luar biasa dan meninggalkan kekosongan yang tidak dapat diisi, di tim nasional dan semua orang yang menghargai kualitas kemanusiaannya yang luar biasa."
Vialli pertama kali muncul sebagai pemain muda dengan tim lokalnya Cremonese di kasta ketiga dan kedua Italia. Dia pindah ke Sampdoria pada tahun 1984 dan membantu klub menikmati periode paling sukses dalam sejarahnya, memenangkan Piala Italia tiga kali. Vialli mencetak dua gol saat Sampdoria mengalahkan Anderlecht 2-0 pada 1990 untuk mengangkat Piala Winners Eropa.
Baca Juga: Link Live Streaming Malaysia vs Thailand di Leg Pertama Semifinal Piala AFF 2022
Dia juga berperan besar saat Sampdoria merebut gelar liga Serie A pada tahun 1991 untuk pertama kalinya dan satu-satunya, dengan mencetak 19 gol.
Vialli meninggalkan klub yang bermarkas di Genoa itu pada musim panas 1992, pindah ke Juventus, di mana setelah awal yang lamban ia menemukan kembali sentuhan mencetak golnya dan membantu raksasa Turin itu memenangkan liga Italia pada 1995 dan Liga Champions pada musim berikutnya.
Dia bergabung dengan Chelsea dengan status bebas transfer pada 1996 dan menjadi manajer pemain dua tahun kemudian ketika pelatih asal Belanda Ruud Gullit dipecat. Di bawah Vialli, Chelsea memenangkan Piala Liga dan Piala Winners pada tahun 1998 dan Piala FA.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan