Pelatih Chelsea Graham Potter mengungkapkan bahwa kartu merah yang diberikan kepada Joao Felix pada menit ke56 merugikan timnya.
Chelsea masih terus meneruskan tren buruknya dengan kembali meraih kekalahan kedua secara beruntun setelah dibantai Man City 4-0 di Etihad Stadium dalam pertandingan lanjutan Piala Carabo beberapa waktu lalu.
Kini, mereka nambah menderita usai dikalahkan Fullham 2-1 yand bermain di hadapan pendukungnya sendiri di Craven Cottage pada Jumat (13/1/2023) WIB.
Willian mencetak gol pada menit ke-25 untuk membawa Fullham unggul 1-0 atas mantan klubnya tersebut. Chelsea kemudian baru bisa menyamakan kedudukan pada menit ke 47 melalui gol yang dicetak Koulibaly.
Tidak berselang lama dari itu, pemain anyar mereka Joao Felix mendapatkan kartu merah usai menekel keras bek Fullham Tete dari depan. Felix harus keluar dari lapangan dan hanya bermain 58 menit untuk laga perdananya bersama Chelsea usai diresmikan menjadi pemain pinjaman dari Atletico Madrid.
Unggul jumlah pemain, Fullham tidak menyia-nyiakan hal tersebut. Mereka berhasil membalikkan keadaan di menit ke-73 melalui gol CV untuk membawa kemenangan 2-1 Fullham atas Chelsea.
Usai pertandingan, Pelatih Chelsea Graham Potter mengatakan bahwa kartu merah yang diterima Joao Felix sangat merugikan timnya tetapi kemudian kesalahan mengarah kepada gol mereka.
“Kami memiliki peluang dengan baik, kami memiliki peluang yang sangat bagus di awal, kami kemudian merespons dengan baik dan kemudian kartu merah mengubah permainan dan membuat kami lebih sulit,” kata Potter usai pertandingan.
“Kami bisa melakukan lebih baik dengan tujuan dan itulah yang merugikan kami,” sambungya.
Baca Juga: CEK FAKTA: KPK Tangkap Anies Baswedan Akibat Terbukti Korupsi Bansos DKI Rp2,85 Triliun, Benarkah?
Sementara itu, manajer Fullham Silva mengaku senang dengan apa yang diraih oleh timnya pada pertandingan semalam. “Senang dengan hasilnya, senang dengan babak pertama. Babak kedua tidak dalam level terbaik kami,” tuturnya.
“Hal bagus yang bisa kami ambil sebagai grup, bahkan di babak kedua kami tidak tampil sebaik mungkin dan kami mampu menenangkan pertandingan sepak bola melawan tim papan atas meski mereka dalam perdorma buruk,” ujarnya.
Chelsea akan menjamu Crystal Palace pada Minggu, 15 Januari 2023 di Stamford Bridge.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026, Denda Dihapus hingga 31 Agustus
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Review Sepatu Lari Carbon Plate Lokal: Worth It Nggak Buat Pelari Pemula, Cuma Lari 5 KM?
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
Liburan Berubah Jadi Duka, Bocah 7 Tahun Meninggal Usai Bermain di Waterpark Ketapang
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
ASN Depok Dilarang Live Medsos Selama Jam Kerja, Melanggar Bisa Kena Sanksi Disiplin
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati