Kiper Arsenal, Aaron Ramsdale mendapatkan perlakuan buruk dari para suporter Tottenham Hotspur sepanjang laga derbi London Utara semalam.
Saat Ramsdale sedang melepaskan sarung tangan, tiba-tiba ada oknum salah seorang suporter tim tuan rumah yang lolos dari penjagaan steward, ia kemudian tampak terlihat terlibat insiden dengan Ramsdale tepat setelah wasit meniup peluit panjang sebagai tanda berakhirnya pertandingan.
Dari penjelasan yang diberikan Ramsdale, ia mengatakan bahwa oknum suporter tersebut memberikan pukul yang mengarah tepat ke punggungnya. Ia tak menyangka bahwa persitiwa ini bisa sampai terjadi.
"Para penggemar Spurs memberi saya beberapa hal sepanjang pertandingan. Saya mengembalikannya. Orang-orang yang saya berikan untuk menyambutnya dengan cara yang sportif, tetapi seorang penggemar mencoba memberi saya sedikit pukulan di punggung," kata Ramsdale usai pertandingan.
"Ini memalukan karena ini hanya permainan sepak bola di penghujung hari. Kedua set pemain mencoba membawa saya pergi, tapi untungnya tidak ada yang terlalu drastis terjadi. Rasanya asam, tapi saya yakin kami akan melakukannya. nikmati saat kita kembali ke ruang ganti."
Tottenham mengatakan mereka akan bekerja dengan otoritas lokal dan Arsenal untuk membantu mengidentifikasi penggemar yang menendang Ramsdale dan siap mengambil tindakan begitu mereka melakukannya.
"Klub telah meninjau rekaman CCTV untuk mengidentifikasi suporter dan akan bekerja sama dengan Polisi Met, Arsenal dan Aaron Ramsdale untuk mengambil tindakan sekuat mungkin, termasuk larangan langsung dari Stadion Tottenham Hotspur," kata Spurs dalam sebuah pernyataan setelah pertandingan.
Asosiasi Pesepakbola Profesional merilis pernyataan setelah pertandingan, dengan mengatakan bahwa Kekerasan terhadap pemain benar-benar tidak dapat diterima. Insiden seperti ini terlalu sering terjadi.
“Pemain memiliki hak untuk merasa aman di tempat kerjanya. Ketika seorang pemain diserang, kami berharap hukum dan peraturan yang ada untuk melindungi pemain ditegakkan dengan baik."
"Sebagai serikat pemain, kami memperlakukan ini sebagai masalah prioritas. Kami akan terus bekerja sama dengan pihak berwenang untuk menuntut agar pemain dan staf lebih terlindungi di tempat kerja mereka."
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
Terkini
-
Imsak Palembang 16 Maret 2026 Jam Berapa? Catat Batas Sahur dan Jadwal Salat Hari Ini
-
PTBA Luncurkan Reverse Vending Machine, Sampah Botol Plastik Kini Bisa Ditukar Uang
-
Dedi Mulyadi Cairkan Kompensasi untuk Ribuan Sopir Angkot Jalur Puncak Bogor
-
7 Fakta Kunci Dashrun Bogor: Dari Ajang Adu Kecepatan Hingga Solusi Ampuh Cegah Tawuran
-
Imsak Bandar Lampung 16 Maret 2026 Jam Berapa? Catat Batas Sahur dan Jadwal Salat Hari Ini
-
Bikin Bangga! Atlet SEA Games Turun Gunung Ramaikan Dashrun Malam Minggu di Pakansari
-
Imsak Jakarta Hari Ini 16 Maret 2026 Jam Berapa? Catat Batas Sahur dan Jadwal Salatnya
-
Pindahkan Balap Lari ke Pakansari, Kapolres Bogor: Biar Aman dan Gak Ganggu Jalan Raya
-
Jelang Lebaran, Banyak Warga Jual Emas untuk Mudik dan THR, Begini Harga Emas Hari Ini
-
THR Baru Cair Sudah Habis? Ternyata Ini Jebakan Promo Paylater yang Banyak Orang Tak Sadar