/
Rabu, 31 Agustus 2022 | 01:18 WIB
Potongan Unggahan Jack Ahearn (bagian 1) (Instagram)

Jack Ahearn, Pelari asal Australia yang mengikuti kompetisi maraton di Indonesia sedang mendapat banyak dukungan baik dari dalam dan luar negri atas cerita dirinya di media sosial Instagram, bahwa ia belum mendapatkan haknya berupa uang tunai Rp150juta yang seharusnya diberikan kepadanya setelah memenangkan Indonesia International Marathon (IIM). Ia mengunggah ulang cerita orang-orang yang membantu menyiarkan berita tentang dirinya, untuk memperjuangkan haknya.

Belum selesai keterkejutan warganet atas perilaku panitia kompetisi yang dianggap memalukan nama bangsa dan negara karena tidak melaksanakan kewajibannya membayarkan hadiah, Jack kemudian mengunggah cerita yang berupa gambar tangkapan layar surat resmi yang dikirimkan untuknya, dari panitia IIM. Dan unggahan tersebut membuat publik menjadi semakin terkejut.

Terlihat dalam gambar, surat tersebut adalah surat resmi karena tercantum logo kompetisi dan tertera cap kompetisi diatas tanda tangan penulis surat. Dibuat di Jakarta pada tanggal 24 Agustus 2022, dan ditujukan kepada Jack Ahearn, surat yang dituliskan dalam bahasa Inggris tersebut diawali dengan ucapan terima kasih kepada Jack karena telah mengikuti kompetisi perdana Indonesia International Marathon yang dilaksanakan di Bali pada tanggal 26 Juni 2022. Dilanjutkan dengan ucapan selamat karena telah menjadi pemenang, dan pengharapan agar Jack ikut kembali dalam kompetisi berikutnya yang direncanakan akan diadakan pada tahun 2023.

Kemudian dalam surat tersebut tertulis, seperti yang telah Jack ketahui bahwa IIM dibentuk atas kerjasama dengan KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) sebagai penyedia hadiah tunai untuk pemenang. Setelah musyarawah bersama KONI, dengan kewenangannya KONI memutuskan untuk melakukan pemotongan pajak Indonesia dan akan mengirimkan uang hadiah dengan jumlah setelah dipotong pajak ke rekening Jack.

Dituliskan rincian penjelasan uang hadiah yang akan diberikan KONI kepada Jack, yakni "Hadiah Sebelum Dipotong Pajak senilai Rp50juta, Potongan Pajak Indonesia senilai Rp2,5juta, Hadiah Setelah Dipotong Pajak senilai Rp47,5juta,". Dan ditutup dengan permintaan maaf atas nama komite atas keterlambatan pembayaran hadiah, serta terima kasih atas permakluman Jack. Tertulis kontak KONI Pusat yang bisa dihubungi jika ada yang ingin ditanyakan, tertuju kepada Sekretaris Jenderal Bapak Drs. Tb. Lukman Djajadikusuma dengan email dan teleponnya. Dan ditandatangani oleh Ketua IIM, Hardjo Supoyo.

Selain surat tersebut, Jack pun menambahkan tulisan dalam ceritanya bahwa gambar yang dia unggah adalah untuk memperjelas, minggu lalu, Panitia IIM berusaha akan membayar ia dan pemenang internasional lain hanya sebesar sepertiga dari hadiah uang yang dijanjikan. Dipertegas pula oleh Jack, dengan tulisan "150juta tidak sama dengan 50juta". Ia pun menandai akun IIM, KONI Pusat dan KONI DKI.

Melihat isi surat yang diunggah oleh Jack, maka benar bahwa hadiah yang dijanjikan pada awal kompetisi dengan bahkan sudah tercetak dalam Hadiah Simbolik sebesar Rp150juta, ternyata hanya akan dibayarkan sebesar Rp50juta oleh pihak KONI dan IIM sebagai penyelenggara. Bahkan masih akan dipotong pajak senilai Rp2,5juta sehingga yang akan diterima bersih oleh Jack adalah Rp47,5juta.

Namun belum ada kejelasan, pemberian hadiah yang menjadi hanya senilai sepertiga dari nominal yang dijanjikan awal, apa penyebabnya. Dilihat dari keterangannya, dipastikan bukan karena potongan pajak yang dianggap sebesar 70%, karena sudah tertera nilai pajaknya adalah sebesar 5%.

Baca Juga: VIRAL! Pelari Australia Menang Kompetisi Maraton di Indonesia, Hadiah 150 Juta Tidak Dibayar. Warganet: BIKIN MALU

Load More