/
Senin, 19 September 2022 | 23:08 WIB
Ekspresi cengengesan MAH (21) yang menuai kecurigaan publik soal kebenaran pengakuannya membantu Bjorka. (Instagram/@jayalah.negeriku)

Hacker Bjorka memang sedang menjadi momok perbincangan setiap kalangan karena keberaniannya mengungkap berbagai isu terkait pejabat penting pemerintahan.

Hingga akhirnya tertangkap seorang pemuda yang semula dianggap sebagai Bjorka, namun setelah dilakukan penelusuran, pemuda tersebut hanyalah penjual es di Madiun, Jawa Timur, yang mengaku sebagai fans Bjorka.

"Saya penasaran sama dia. Ngefans juga, tapi tidak terlalu banget," kata Muhammad Agung Hidayatullah, Penjual Es Madiun sekaligus Tersangka Hacket Bjorka yang ditemui awak media pada Sabtu (17/9/2022) di Madiun, Jawa Timur.

Karena mengagumi Bjorka, Agung kemudian mencari tahu lebih lanjut dan menemukan channel Telegram milik Bjorka. Setelah bergabung, dalam channel Telegram tersebut Bjorka menawarkan jika ada pemilik akun @bjorkanism akan diberikan imbalan senilai 100 dolar, dimana akun tersebut merupakan milik Agung.

"Bjorka membuat pengumuman yang punya akun @Bjorkanism akan dibeli seharga 100 dolar. Lalu saya DM dia, ternyata memang Bjorka itu," kata Agung. Ia mengatakan hacker Bjorka meminta dompet digital miliknya, lalu mengirim bitcoin senilai 100 dolar.

Agung tidak pernah menyangka dengan dibelinya akun tersebut berbuntut ditetapkannya ia sebagai tersangka.

ANCAMAN SAAT MENJUAL HAPE

Agung menceritakan, setelah menerima uang penjualan channel Telegram Bjorkanism, ia didatangi oleh sosok pria tak dikenal yang mengaku dari Korem (Komando Resor Militer). Pria tersebut memaksa membeli ponsel Agung seharga Rp 5juta.

Namun Agung tidak langsung menyetujui penawaran tersebut, hingga akhirnya ia menjual ponselnya sehari sebelum ia ditangkap, karena mendapatkan ancaman, "Kalau transaksi sehari sebelum diamankan pukul 22.00 WIB. Ancamannya sebelum itu lewat sambungan telepon. Soalnya sebelumnya ketemu di rumah saya, nego-nego belum deal," terang Agung.

Agung pun bercerita bahwa ia sempat ragu menjual ponselnya karena sudah merasa nyaman menggunakan ponsel tersebut, namun ia mendapatkan ancaman dari calon pembeli ponselnya, jika tidak mau dibeli maka ketika ditangkap polisi, mereka tidak mau bertanggung jawab.

Baca Juga: Personal Hotspot untuk Tethering di Iphone Tidak Ada? Simak Cara Munculinnya!

"Penelepon bilang, 'Kalau mau (jual), saya kasih (uang)'. Saya juga diancam, 'Kalau ndak (menolak jual), saya bawa (ponselnya). Nanti kalau kamu ditangkap polisi, saya nanti angkat tangan (tidak mau tanggung jawab)," kata Agung.

Hingga akhirnya Agung menjual ponselnya. Dan kemudian ia menjadi heran dan merasa janggal, ketika mengetahui ponsel yang telah dijua, menjadi barang bukti atas kasusnya di Mabes Polri. "Orang tua ndak tahu (soal jual HP). Yang ternyata jadi barang bukti di polisi," terangnya.

Load More