/
Kamis, 22 September 2022 | 07:07 WIB
ilustrasi pria depresi (suara)

Duda lanjut usia berinisial NS, 60 tahun, warga Kampung Baru Asih, Muncul, Setu, Tangerang Selatan (Tangsel), menurut kesaksian keluarga, pergi meninggalkan rumah pada Senin, 20 September 2022 malam.

"Korban terakhir bertemu keluarganya tadi malam, lalu sampai pagi tadi nggak pulang-pulang," kata Kanitreskrim Polsek Cisauk, Ipda Margana.

Keluarga NS sempat melaporkan ke RT setempat, karena NS tak kunjung pulang hingga pagi hari.

Setelah melaporkan ke RT, esoknya, Selasa, 21 September 2022, warga menemukan jasad NS sudah tergantung di saung bambu tak berpenghuni menggunakan tali tambang. 

"Keluarganya melapor ke RT, sepulang dari Pak RT ada orang yang melihat korban gantung diri di saung, bukan saung dia, kios kosong," tukas Margana.

Penemuan jasad NS sekitar pukul 6.30 pagi, dan langsung dilaporkan ke Kantor Polsem Cisauk.

ilustrasi gantung diri (sumber: istock)

Pihak kepolisian pada saat tiba di lokasi langsung melakukan pengecekan fisik luar tubuh korban. Dan terlihat tidak ada bekas kekerasan yang ditemukan. Diduga korban tewas akibat gantung diri, karena dari hasil pemeriksaan hanya ditemukan luka bekas jeratan tali tambang dibagian lehernya. ”Tidak ada tanda kekerasan, hanya luka jerat di leher,” jelas Margana.

Diketahui korban tinggal bersama dengan saudara kandungnya. Karena korban sudah sejak lama berpisah dengan sang istri. Korban menikah sudah lebih dari sekali. dan dari seluruh pernikahannya belum ada satupun yang dikaruniai keturunan. Hal ini yang diduga menjadi pemicu korban melakukan bunuh diri.

“Ada kemungkinan hidup kesepian. Menikah beberapa kali cerai, tapi ngga punya anak,” jelasnya.

Baca Juga: Punya Uang Lebih? BBM Sudah Menjadi Kebutuhan Harian, Bisnis SPBU PERTAMINA Sangat Menggiurkan!

Melihat tidak adanya bukti kekerasan dan diduga bunuh diri, keluarga langsung membawa jenazah untuk dimakamkan.

Pihak keluarga sepakat tak menginginkan adanya autopsi terhadap korban. ”Keluarganya sudah ikhlas, jadi langsung dikebumikan,” pungkasnya.

Load More