Di masa kini, seiring berkembangnya zaman dan teknologi, kompor untuk memasakpun jadi ada banyak pilihan. Jika dulu, terpaku pada kompor minyak tanah dan kompor gas, sekarang banyak jenisnya.
Kompor minyak tanah sudah sangat jarang digunakan karena langkanya minyak tanah, sehingga kompor gas menjadi pilihan utama untuk memasak.
Namun selain itu, kompor listrik dan kompor induksi. Tampilan keduanya sepintas hampir sama, energi yang digunakan pun sama, yakni listrik. Namun cara kerjanya berbeda. Ingin tahu lebih lanjut? Simak penjelasan berikut.
CARA KERJA KOMPOR
*Kompor Listrik
Kompor listrik menggunakan sumber panas yang terpusat, berupa kumparan metal yang dipanaskan lewat gelombang elektrik. Kumparan tersebut berada di bawah wadah yang biasanya terbuat dari kaca atau keramik. Ketika kumparan tersebut panas, ia mulai berpendar lalu mentransfer panas tersebut ke wadah lewat energi inframerah.
Energi tersebut membuat permukaan kompor menjadi panas, untuk kemudian bisa digunakan untuk memasak. Dengan cara menaruh alat masak, panci misalnya di atas permukaan kompor, panas dari kompor akan ditransfer ke panci, sehingga dapat memanaskan dan melakukan proses memasak makanan di dalamnya.
*Kompor Induksi
Kompor ini pada prinsipnya juga menggunakan tenaga listrik. Namun cara memanaskan makanannya benar-benar berbeda. Dilansir dari Treehugger, mudahnya bisa di bilang, kompor induksi menggunakan gelombang elektromagnetik untuk memasak.
Ketika gelombang elektrik melewati kumparan tembaga, ia tidak memanas melainkan memproduksi medan magnet. Sehingga, permukaan kompor induksi tetap bisa disentuh karena tak panas meski tak menyala. Berbeda dengan kompor listrik yang langsung menghantarkan panasnya ke permukaan kompor.
Baca Juga: Rexona Dukung Timnas Garuda INAF Menuju Piala Dunia Sepakbola Amputasi 2022, Turki
Namun, ketika pengguna menaruh alat masak berbahan metal di permukaannya, alat itu akan memancing gelombang elektrik yang sudah berkumpul di medan magnet kompor untuk kemudian mengalir ke alat masak dan menjadikannya manas. Hal ini karena panas di kompor induksi berinteraksi dengan bahan metal di alat masak.
KEKURANGAN DAN KELEBIHAN
Kompor induksi lebih efisien dibandingkan kompor listrik, karena tidak ada panas yang hilang saat memasak. Pengguna juga bisa mengontrol panas dan temperatur dengan cepat. Untuk mematangkan masakan pun kompor induksi lebih cepat.
Namun, memang dari sisi harga, kompor induksi lebih mahal daripada kompor gas atau listrik. Kompor ini juga kurang bekerja baik dengan alat masak berbahan alumunium. Dan ada beberapa pemilik kompor induksi yang merasa kompor mereka menimbulkan suara aneh ketika disetel ke pengaturan maksimal.
Sedangkan kompor listrik, unggul dalam sisi pemasangan, karena lebih sederhana. Kompor ini juga biasanya tetap hangat setelah digunakan. Hal itu berguna apabila pengguna ingin menjaga makanan tetap hangat meski kompor telah
dimatikan.
Meskipun di sisi lain, sisa panas ini juga menjadi kekurangan karena dapat menimbulkan kebakaran jika kurang waspada. Kompor listrik juga butuh waktu lebih lama untuk panas, karena energi yang tersebar. Dan jika pengguna menggunakan alat masak yang ukurannya lebih kecil daripada kompor, kemungkinan akan ada banyak energi yang terbuang.
Berita Terkait
-
Batalkan Program Konversi Kompor Listrik, Dirut PLN: Agar Masyarakat Nyaman
-
Mulan Jameela Kenalkan Sosok Pria Tampan Jubir Bappilu Partai Gerindra, Netizen: MasyaAllah Ganteng, Takut Khilaf
-
Kritik Keras Pemerintah Terkait Penggunaan Kompor Listrik, Mulan Jameela Didukung Publik
-
Mewakili Suara Hati 'Emak-emak', Mulan Jameela Perjuangkan Kebutuhan Kompor Gas untuk Rumah Tangga
-
CEK FAKTA: Daya Listrik 450 VA Akan Dihapus
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Siap-Siap Pesta Musik Terbesar, PBB Bakal Gebrak Cibinong: Catat Waktunya!
-
Tiga Pegawai PTBA Raih Penghargaan Nasional Satyalancana Wira Karya dari Presiden
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Bank Sumsel Babel Bedah Rumah Ibu Ojol di Palembang, Nurmalinda Kini Punya Harapan Baru untuk 3 Anak
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Mencoba Tuak Dayak: Minuman Tradisional yang Hanya Keluar Saat Pesta Panen Gawai
-
Detik-detik Kebakaran Hebat di Pasar 16 Ilir Palembang Malam Ini, Pedagang Panik saat Muncul Kilatan
-
Misi Besar Bojan Hodak Lanjutkan Tren Positif Persib Bandung atas Persija Jakarta
-
7 Sepatu Lari Lokal dengan Desain Paling Berani: Berani Pakai Warna Tabrak Saat Lari?