JAKARTA - Bacharuddin Jusuf Habibie atau yang lebih dikenal dengan nama BJ Habibie merupakan Presiden ketiga Republik Indonesia, tahun 1998-1999.
Ia lahir di Pare-Pare, Sulawesi Selatan pada 25 Juni 1936 dan wafat pada 11 September 2019.
Anak keempat dari delapan bersaudara ini lahir dari pasangan orangtua Alwi Abdul Jalil Habibie dan RA. Tuti Marini Puspowardojo.
Habibie menikah dengan Hasri Ainun Habibie pada 12 Mei 1962 kemudian dikaruniai dua orang putra yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal.
Habibie masyhur sebagai insinyur yang berkontribusi dalam perkembangan teknologi, baik di Tanah Air maupun dunia.
Hal ini tentu tidak terlepas dari rekam jejak pendidikan yang ditempuh Habibie. Sejak kecil, Habibie yang mempunyai sifat tegas dan berpegang pada prinsip ini mempunyai kemampuan dalam sains dan matematika.
Ia menempuh pendidikannya di Bandung dan bersekolah di Gouvernments Middlebare School.
Di SMA, ia menunjukkan prestasinya terutama dalam pelajaran-pelajaran eksakta. Karena itu ia menjadi sosok favorit di sekolahnya.
Setamat SMA di tahun 1954, Habibie belajar di Institut Teknologi Bandung dengan mengambil jurusan teknik mesin.
Baca Juga: Kronologi Kejadian Tragedi Kanjuruhan Versi Keterangan Saksi di Lokasi, Penonton yang Selamat
Namun, perkuliahan di ITB hanya sebentar dijalaninya. Ia pindah ke Institut Teknologi Rhine-Westphalia Utara (RWTH Aachen) di Aachen, Jerman Barat.
Habibie mendapatkan gelar Diploma dari Fakultas Mekanikal Engineering. Dari kampus yang sama, Habibie mendapatkan gelar doktor pada bidang konstruksi pesawat terbang dengan predikat summa cum laude pada tahun 1965.
Saat ini beberapa penemuan BJ Habibie sudah diakui dalam dunia penerbangan, di antaranya Dornier DO-31, Crack Progression Theory, Pesawat N250 Gatot Kaca, Dan Pesawat R80.
Pada tahun 1993, Habibie meluncurkan pesawat pertama yang dikembangkan di Indonesia. Di tahun berikutnya, ia meluncurkan rencana untuk memperbarui lebih dari tiga lusin kapal yang dibeli dari bekas angkatan laut Jerman Timur atas inisiatifnya.
Selama 20 tahun berkiprah di Indonesia, Habibie menjabat Menteri Negara Ristek/Kepala BPPT, kemudian memimpin 10 perusahaan BUMN Industri Strategis, dipilih MPR menjadi Wakil Presiden RI, dan disumpah oleh Ketua Mahkamah Agung menjadi Presiden RI menggantikan Soeharto pada 1998.
Soeharto menyerahkan jabatan presiden itu kepada Habibie berdasarkan Pasal 8 UUD 1945.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
Pilihan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
Terkini
-
Menyambut Idulfitri 2026: Panduan Lengkap Salat Id dan Keutamaannya
-
Program Di Mudikin Sprite Antar Ratusan Pemilik Warung Pulang Kampung
-
Konspirasi Basa-Basi: Lebaran Itu Silaturahmi atau Ruang Interogasi?
-
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Palembang 20 Maret 2026: Sahur & Magrib Terakhir Ramadan, Catat Waktunya
-
Imsak Bandar Lampung 20 Maret 2026: Waktu Sahur Terakhir, Jangan Sampai Terlewat
-
Jadwal Imsak Jakarta 20 Maret 2026: Batas Sahur di Akhir Ramadan, Catat Waktu Subuh Hari Ini
-
Prabowo: Hilirisasi Kunci Penciptaan Lapangan Kerja Berkualitas
-
Arus Mudik Memuncak, 45 Kapal Menumpuk di Bakauheni dan Tak Bisa Langsung Sandar
-
Daftar 50 Lokasi Salat Idulfitri 2026 Muhammadiyah di Aceh Jumat 20 Maret 2026
-
'Minal Aidin' dalam Berbagai Bahasa Daerah di Indonesia, Sudah Tahu Artinya dan Cara Mengucapkannya?