Momok Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) sudah cukup dimengerti oleh masyarakat, dimana seharusnya ketika korban mendapatkan perilaku tersebut, maka tidak boleh berdiam diri.
Namun, yang harus disadari, sebelum kekerasan fisik terjadi, sering adanya kekerasan psikis dalam suatu hubungan sebagai bentuk awal hubungan yang tidak sehat. Bahkan, ada hubungan yang hanya diisi oleh kekerasan psikis, tanpa adanya sentuhan fisik, sehingga korban tidak menyadari bahwa sudah menjadi korban.
Hubungan yang penuh kekerasan ini dinamakan 'abusive relationship'. Jika diartikan, hubungan abusive adalah suatu hubungan di mana salah satu pihak berusaha untuk menguasai dan mengendalikan pihak lainnya dengan perilaku yang negatif. Hubungan ini biasanya dipenuhi dengan kekerasan verbal, fisik, bahkan seksual. Hubungan abusive tidak hanya menimpa wanita, bisa juga menimpa pria.
TANDA HUBUNGAN ABUSIVE
Dikutip dari Insider, ada tanda yang bisa dilihat untuk mengetahui suatu hubungan sudah memasuki kategori 'abusive'. Karena seringkali dilakukan dengan cara yang halus, sehingga seseorang tidak menyadari sedang menjalani hubungan yang diwarnai kekerasan. Berikut tanda-tandanya:
1. Penuh Cinta dan Hadiah
Tanda pertama yang dapat dilihat bahwa seseorang sedang dalam hubungan yang penuh kekerasan adalah ketika pasangan memberikan banyak cinta, hadiah dan perhatian. Ini dilakukan dalam bentuk besar, cepat dan intens, sehingga 'korban' menjadi bergantung pada pasangan.
"Liburan, hadiah, kontak terus-menerus, atau terlalu banyak informasi dan terlalu banyak minat yang kuat secara keseluruhan. Hubungan narsistik sering kali dimulai terlalu cepat. Ini kemudian diikuti oleh siklus mendevaluasi dan naik turun," terang Psikolog Klinis sekaligus Pakar Narsisme, Ramani Durvasula.
2. Adanya 'Gaslighting'
Terapis sekaligus salah satu Pendiri Viva Wellness di NYC, Jor-El Caraballo menjelaskan bahwa praktik 'gaslighting' biasa terjadi dalam hubungan yang melecehkan.
Baca Juga: Kenali Kalimat-kalimat yang Digunakan Pelaku 'Gaslighting' untuk Memanipulasi Pikiran Korban
"Gaslighting mencoba membuat seseorang percaya apa yang mereka lihat sebenarnya tidak benar. Ini bisa terjadi bahkan dalam kondisi yang paling sederhana seperti pasangan yang kasar bersikeras pasangan mereka meninggalkan piring kotor di wastafel padahal dia sendiri yang melakukannya," jelas Caraballo.
Pelaku menggunakan taktik 'gaslighting' untuk memanipulasi korban, sehingga korban mempertanyakan persepsi dirinya tentang realitas, dan membuat mereka tidak melihat perilaku kasar pasangannya. 'Gaslighting' biasanya dilakukan secara berulang, sehingga korban tidak mempercayai tentang realita yang ia rasakan dan pikirkan.
"Gaslighting jarang terjadi satu kali. Pelaku menggunakannya untuk membuat pasangannya tidak mempercayai pikiran dan perasaan sendiri, lalu memberikan pelaku lebih banyak kemampuan untuk menggunakan kendali. Kebutuhan egois," tambah Caraballo.
3. Mengontrol Hubungan Pasangan dengan Dunia Luar
Konsep hubungan 'abusive' adalah penguasaan. Pelaku biasanya memulai dari hal kecil, dengan meminta pasangannya yang menjadi korban untuk tidak berkontak dengan teman tertentu.
"Jelas penting untuk mengeksplorasi bagaimana Anda bisa terlibat dengan orang lain secara online, tetapi pasangan yang 'tidak mengizinkan' Anda menggunakan media sosial atau melakukan percakapan DM, misalnya, adalah tanda peringatan yang serius," kata Caraballo.
Berita Terkait
-
LESLAR Terancam Usai, Karir Rizky Billar Terancam Selesai! KPI Tutup Ruang Penyiaran Bagi Pelaku KDRT
-
LESLAR Terancam Usai, Gilang Dirga Menegur Lesty Kejora: 'Lo kalo udah cinta, Goblok!'
-
LESLAR Terancam Usai, Rizky Billar Dilaporkan Lesty Kejora Perihal KDRT, Simak Isi Laporannya
-
LESLAR Terancam Usai, Bukti Mata Lebam Diunggah Lesti Kejora, Diduga Ulah Rizky Bilar
-
CEK FAKTA: Kesal Whatsapp Tak Direspon, Istri Orang Dibanting. Selingkuh Atau Dendam?
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Pernah Ditemui Indra Sjafri, Winger Keturunan Indonesia Teken Kontrak di FC Twente
-
KAI Prediksi Puncak Arus Mudik 15 Maret 2026, Lebih dari 51 Ribu Penumpang Berangkat dari Jakarta
-
Diduga Selingkuhan Suami Maissy, Cindy Rizky Aprilia Ketahuan Oplas di Sini
-
Rapor Merah Makan Bergizi Gratis: BGN 'Lumpuhkan' 350 Dapur Gizi di Jawa Barat, Ada Apa?
-
Kebahagiaan Seorang Nenek di Aceh Tamiang: Rumah Kembali Dibangun, Tak Lagi Tinggal di Tenda
-
Bupati Bulungan Syarwani Dengan Gaya Sederhana Yang Kontras dengan Gubernur Kaltim
-
The Privileged Ones: Memahami Makna Privilese dan Isu Kesehatan Mental
-
7 Ide Bekal Mudik Tahan Lama Anti Basi tanpa Pengawet
-
Thom Haye Dapat Lampu Hijau Tinggalkan Indonesia
-
Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran