Pesan digital whatsapp memang menjadi jalur mudah berkomunikasi di masa kini. Tidak lagi memerlukan pulsa, hanya memerlukan kuota yang dari segi biaya menjadi lebih murah. Kemudahan ini seringkali dimanfaatkan untuk berkomunikasi dengan orang yang salah, atau bahkan menimbulkan masalah.
Terjadi sebuah peristiwa tidak mengenakkan terkait penggunaan whatsapp. Seorang pria asal Dusun Ngatup, di Kediri, Jawa Timur, melakukan penganiayaan terhadap seorang wanita. Hal yang menjadi sebabnya hanyalah karena whatsapp dari pria tersebut, tidak mendapatkan respon dari si wanita.
KRONOLOGI KEJADIAN
Penganiayaan yang dilakukan oleh Pria berinisial BN (21) tersebut berlokasi di jembatan tepat di pinggir jalan Desa Kambingan, Pagu, Kamis (25/8). Sebelumnya, BN menjemput H (27) di rumah temannya menggunakan motor. Dan motor diberhentikan di jembatan tersebut. BN menanyakan alasan H tidak membalas whatsapp yang ia kirim. Dijelaskan oleh Kapolsek Pagu AKP Agus Sudarjanto, "Saat itu pelaku langsung menanyakan korban kenapa tidak merespon pesan WhatsApp-nya. Kemudian, korban menjawab, karena masih bekerja,".
Mendengar jawaban korban, BN menjadi tersulut emosinya. Setelah ditelusuri, ternyata BN memiliki hubungan asmara dengan H, yang merupakan istri orang. Dengan emosi, BN memiting leher korban dari belakang hingga korban jatuh ke aspal. Tidak puas sampai disitu, BN mendorong korban ke arah sungai sehingga hampir terjatuh ke dalam sungai. Celana korban masih dipegang oleh BN, hingga kemudian BN menarik korban kembali ke arahnya. Korban lalu berusaha untuk berdiri, sambil mengucapkan bahwa ia mau memutuskan hubungan dengan BN. Mendengar hal tersebut, amarah BN semakin tersulut, ia membanting korban untuk kedua kalinya.
Setelah dibanting dua kali, korban kesakitan hingga tidak mampu untuk berdiri. Melihat keadaan korban, BN tidak menjadi iba malah melanjutkan siksaannya. BN menarik korban, kemudian dibenturkannya kepala korban ke palang penutup jembatan yang terbuat dari besi ringan (galvalum). Selesai membanting dan menganiaya korban, BN mengantarkan korban pulang ke rumahnya.
MOTIF PENYIKSAAN: CEMBURU
Emosi BN ternyata belum usai. Esok harinya, Jumat (26/8), BN kembali menjemput korban di rumah temannya, dengan alasan ingin mengantarkan pulang. Tiba di rumah korban, BN kembali membahas perihal telepon dan whatsapp yang tidak direspon dengan penuh emosi. Melihat amarah BN kembali tersulut, korban menyuruh BN pulang. Namun, BN menolak. Khawatir akan keselamatan dirinya, akhirnya korban menelepon suaminya untuk segera pulang. Dan ketika mendengar suara suami korban, BN pun kabur. Kemudian korban langsung membuat laporan ke Polsek Pagu.
Diduga dari laporan korban, BN melakukan penganiayaan dikarenakan cemburu. "Motif dari pelaku adalah karena cemburu melihat korban statusnya sudah menjadi pasangan suami istri. Kalau statusnya pelaku dengan korban ini sebagai teman dekat, lokasinya hanya beda dusun saja," jelas Kapolsek Agus.
PENGANIAYAAN SUDAH YANG KE TIGA KALI
Setelah diperiksa, BN mengakui bahwa sudah melakukan penganiayaan selama tiga kali. Cerita di jembatan adalah penganiayaan ketiga. Sebelumnya sudah pernah dua kali BN menganiaya korban di rumahnya. Pada penganiayaan sebelumnya, BN tersulut emosi ketika tidak diizinkan masuk ke dalam rumah korban. Lalu BN masuk dengan cara paksa, memanjat tembok dan membongkar genteng rumah.
Dari hasil visum di RS Bhayangkari Kediri, korban memiliki luka di bagian paha, tangan dan lengan. Polisi pun menyimpan sejumlah barang bukti selain hasil visum, yakni patahan kayu dipan tempat tidur, pisau dapur dan empat buah genting rumah.
Baca Juga: Tanggapan Polres Metro Jakbar Atas Video Viral Oknum Polisi Suruh Wartawan Bicara Dengan Pohon
Melihat penjelasan diatas, maka terjadinya peristiwa istri orang dibanting karena tidak merespon whatsapp diawali dengan motif kecemburuan. Dan diketahui bahwa fakta yang terjadi adanya perselingkuhan antara korban dengan pelaku, bukan karena dendam.
Tag
Berita Terkait
-
Emosi Brigadir A, Polisi di Sumsel Gerebek Istri Berselingkuh di Kamar Hotel: Anak Ditinggal, Lari Demi Lelaki Ini
-
Viral Video Miris Polisi Gerebek Istri Sendiri Selingkuh dengan Anak Pak Kades di Kamar Hotel
-
VIRAL: Pria Pekerja di Bekasi Melaporkan Penggelapan Pajak Perusahaan, Malah Dianiaya, Disekap dan Dikriminalisasi
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Meski Angkat Koper, Arda Guler Selamatkan Wajah Timnas Turki di Piala Dunia 2026
-
Cerita Fajar Nugra Ubah Penampilan demi Film Pemikat Jiwa
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Prediksi Skor Yordania vs Argentina: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Industri Film Indonesia Masuki Era Baru dengan Dukungan Blockchain dan AI
-
Gedebage Jazz Festival Naik Kelas, Evolusi Menuju Panggung Dunia
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah