/
Kamis, 01 September 2022 | 22:26 WIB
Ilustrasi Penganiayaan (Shutterstock)

Pesan digital whatsapp memang menjadi jalur mudah berkomunikasi di masa kini. Tidak lagi memerlukan pulsa, hanya memerlukan kuota yang dari segi biaya menjadi lebih murah. Kemudahan ini seringkali dimanfaatkan untuk berkomunikasi dengan orang yang salah, atau bahkan menimbulkan masalah.

Terjadi sebuah peristiwa tidak mengenakkan terkait penggunaan whatsapp. Seorang pria asal Dusun Ngatup, di Kediri, Jawa Timur, melakukan penganiayaan terhadap seorang wanita. Hal yang menjadi sebabnya hanyalah karena whatsapp dari pria tersebut, tidak mendapatkan respon dari si wanita.

KRONOLOGI KEJADIAN

Penganiayaan yang dilakukan oleh Pria berinisial BN (21) tersebut berlokasi di jembatan tepat di pinggir jalan Desa Kambingan, Pagu, Kamis (25/8). Sebelumnya, BN menjemput H (27) di rumah temannya menggunakan motor. Dan motor diberhentikan di jembatan tersebut. BN menanyakan alasan H tidak membalas whatsapp yang ia kirim. Dijelaskan oleh Kapolsek Pagu AKP Agus Sudarjanto, "Saat itu pelaku langsung menanyakan korban kenapa tidak merespon pesan WhatsApp-nya. Kemudian, korban menjawab, karena masih bekerja,".

Mendengar jawaban korban, BN menjadi tersulut emosinya. Setelah ditelusuri, ternyata BN memiliki hubungan asmara dengan H, yang merupakan istri orang. Dengan emosi, BN memiting leher korban dari belakang hingga korban jatuh ke aspal. Tidak puas sampai disitu, BN mendorong korban ke arah sungai sehingga hampir terjatuh ke dalam sungai. Celana korban masih dipegang oleh BN, hingga kemudian BN menarik korban kembali ke arahnya. Korban lalu berusaha untuk berdiri, sambil mengucapkan bahwa ia mau memutuskan hubungan dengan BN. Mendengar hal tersebut, amarah BN semakin tersulut, ia membanting korban untuk kedua kalinya.

Setelah dibanting dua kali, korban kesakitan hingga tidak mampu untuk berdiri. Melihat keadaan korban, BN tidak menjadi iba malah melanjutkan siksaannya. BN menarik korban, kemudian dibenturkannya kepala korban ke palang penutup jembatan yang terbuat dari besi ringan (galvalum). Selesai membanting dan menganiaya korban, BN mengantarkan korban pulang ke rumahnya.

MOTIF PENYIKSAAN: CEMBURU

Emosi BN ternyata belum usai. Esok harinya, Jumat (26/8), BN kembali menjemput korban di rumah temannya, dengan alasan ingin mengantarkan pulang. Tiba di rumah korban, BN kembali membahas perihal telepon dan whatsapp yang tidak direspon dengan penuh emosi. Melihat amarah BN kembali tersulut, korban menyuruh BN pulang. Namun, BN menolak. Khawatir akan keselamatan dirinya, akhirnya korban menelepon suaminya untuk segera pulang. Dan ketika mendengar suara suami korban, BN pun kabur. Kemudian korban langsung membuat laporan ke Polsek Pagu.

Diduga dari laporan korban, BN melakukan penganiayaan dikarenakan cemburu. "Motif dari pelaku adalah karena cemburu melihat korban statusnya sudah menjadi pasangan suami istri. Kalau statusnya pelaku dengan korban ini sebagai teman dekat, lokasinya hanya beda dusun saja," jelas Kapolsek Agus.

PENGANIAYAAN SUDAH YANG KE TIGA KALI

Setelah diperiksa, BN mengakui bahwa sudah melakukan penganiayaan selama tiga kali. Cerita di jembatan adalah penganiayaan ketiga. Sebelumnya sudah pernah dua kali BN menganiaya korban di rumahnya. Pada penganiayaan sebelumnya, BN tersulut emosi ketika tidak diizinkan masuk ke dalam rumah korban. Lalu BN masuk dengan cara paksa, memanjat tembok dan membongkar genteng rumah.

Dari hasil visum di RS Bhayangkari Kediri, korban memiliki luka di bagian paha, tangan dan lengan. Polisi pun menyimpan sejumlah barang bukti selain hasil visum, yakni patahan kayu dipan tempat tidur, pisau dapur dan empat buah genting rumah.

Baca Juga: Tanggapan Polres Metro Jakbar Atas Video Viral Oknum Polisi Suruh Wartawan Bicara Dengan Pohon

Melihat penjelasan diatas, maka terjadinya peristiwa istri orang dibanting karena tidak merespon whatsapp diawali dengan motif kecemburuan. Dan diketahui bahwa fakta yang terjadi adanya perselingkuhan antara korban dengan pelaku, bukan karena dendam.

Load More