/
Kamis, 20 Oktober 2022 | 09:46 WIB
Lesti Kejora cium tangan Rizky Billar. (Tangkapan layar YouTube Cumi Cumi)

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait memang sudah melontarkan kegeramannya menyoroti perdamaian antara Lesti Kejora dengan Rizky Billar. Sebelumnya, ia mengomentari tindakan Lesti Kejora mencabut laporan KDRT Rizky Billar dengan alasan demi anak, merupakan suatu bentuk eksploitasi anak dikarenakan hanya digunakan sebagai tameng, pdhl alasan sebenarnya adalah karena Lesti Kejora masih mencintai suaminya.

Kali ini, Arist Merdeka Sirait menyayangkan sikap Lesti Kejora dan Rizky Billar yang mengumbar kemesraan di hadapan awak media, ketika mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan untuk menjalani proses penyelesaian perkara, Selasa (18/10/2022) kemarin. 

Menurut Arist Merdeka Sirait, seharusnya pelaku KDRT dipastikan terlebih dulu kondisinya apakah sudah benar-benar berubah atau tidak, diterapi terlebih dahulu.

"Ketika kemarin itu penangguhan penahanan, jangan langsung pulang ke rumah dulu. Diterapi dulu ini si pelaku yang dilaporkan KDRT itu. Pastikan betul-betul steril baru mereka bisa bertemu lagi,” tutur Arist Merdeka Sirait dalam perbincangan di salah satu program acara televisi, Rabu (19/10/2022).

Arist Merdeka Sirait, Ketua Komnas Perlindungan Anak. (Suara.com/Dini Afrianti) (sumber:)

Arist Merdeka Sirait juga terlihat geram, melihat perilaku Lesti Kejora dan Rizky Billar yang bersikap romantis, penuh senyum, seolah sebelumnya tidak terjadi apa-apa. Menurutnya hal tersebut tidak mengedukasi.

“Ini kan langsung dadah-dadah (melambaikan tangan) seolah nggak ada masalah kan. Itu tidak mengandung edukasi! Seharusnya dia terapi dulu secara baik, lalu dinyatakan oleh psikolog atau memang expert di bidangnya, barulah bisa. Supaya tidak terulang lagi terjadi kekerasan ini,” kata Arist lebih lanjut.

Tanggapan keras dari Arist Merdeka Sirait bukanlah tanpa alasan, namun untuk pencegahan terulang kembali terjadinya tindak KDRT. Sebagai figur publik, Lesti Kejora memang akan menjadi panutan bagi penggemarnya, dan harus berhati-hati dalam bertindak karena akan bisa ditiru meskipun bersikap yang salah.

Kemudian Arist Merdeka Sirait pun mengungkapkan bahwa dirinya menyetujui keputusan KPI yang mengeluarkan imbauan pelaku KDRT tidak boleh tampil di siaran televisi dan radio.

“Saya sangat setuju. Karena saya sudah pernah pengalaman untuk menyampaikan itu ke KPAI soal pelaku yang tidak saya sebut namanya. Sampai saat ini ia (pelaku yang dilaporkan) tidak bisa tampil di televisi karena dia pelaku atau predator kejahatan seksual,” terang Arist Merdeka Sirait.

Baca Juga: Bukan Sekedar Inisial, Nama Luna Maya Terseret Denise Chariesta Perbincangkan! Kali Ini Pakai Istilah, 'Mbak Bulan'

“Nah, KDRT juga masuk kategori itu. Maka, kami mendukung KPI untuk tidak memberikan kesempatan lagi pada orang-orang yang melakukan kekerasan kembali tampil di TV karena memberikan contoh yang tidak baik,” tegasnya.

Load More