- Pertandingan Iran melawan Selandia Baru dalam Grup G Piala Dunia 2026 berakhir dengan skor imbang 2-2.
- Suporter Iran membawa atribut politik, simbol martir, serta berbagai bendera ke dalam stadion saat berlangsungnya pertandingan.
- Federasi Sepak Bola Iran gagal mencegah kemunculan bendera oposisi meskipun telah mengajukan permohonan pelarangan kepada FIFA.
Suara.com - Laga Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026 tak hanya menyajikan duel di lapangan, tetapi juga memanas di tribun.
Pertandingan Iran vs Selandia Baru di matchday pertama grup G Piala Dunia 2026 berakhir dengan skor imbang 2-2.
Dua gol Selandia Baru diborong oleh Eljiah Just di menit ke-7 dan 56. Sedangkan dua gol Iran dicetak oleh Ramin Rezaeian dan Mohammad Mohebi.
Setelah melawan Selandia Baru, Iran akan menghadapi Belgia pada 21 Juni 2026 di Sofi Stadion.
Media pemerintah Iran menyoroti aksi suporter yang membawa pesan politik dan penghormatan kepada tokoh serta korban perang AS-Israel.
Di SoFi Stadium, sejumlah pendukung Iran terlihat mengangkat simbol dan tulisan martir.
Salah satu yang disorot adalah kaus bergambar Ayatollah Ali Khamenei, yang disebut tewas dalam serangan Amerika Serikat awal tahun ini.
Selain itu, muncul pula poster bertuliskan Minab 168 di tribun.
Tulisan ini merujuk pada jumlah korban tewas dalam serangan bom di sebuah sekolah di wilayah Minab, Iran selatan.
Baca Juga: Wapres AS Bocorkan Isi Perjanjian Damai, Iran Bakal Cuan Banyak
Media pemerintah Iran, IRNA, menekankan dominasi bendera resmi Republik Islam Iran di stadion.
“Sebagian besar tribun dipenuhi pendukung yang membawa bendera suci Republik Islam Iran,” tulis IRNA dalam laporannya.
Namun, realitas di lapangan lebih kompleks.
Sejumlah suporter juga terlihat membawa bendera Iran era pra-revolusi 1979, simbol yang kini identik dengan kelompok oposisi di luar negeri.
Sebelum pertandingan, Federasi Sepak Bola Iran sempat meminta FIFA melarang penggunaan bendera tersebut. Meski demikian, simbol itu tetap muncul di tribun.
Selain itu, kehadiran bendera Palestina juga mencuri perhatian di stadion. Simbol tersebut mencerminkan solidaritas politik Iran terhadap konflik di Timur Tengah.
Piala Dunia 2026 pun kembali menunjukkan bahwa sepak bola tak pernah sepenuhnya lepas dari politik.
Berita Terkait
-
Wapres AS Bocorkan Isi Perjanjian Damai, Iran Bakal Cuan Banyak
-
CBF Bungkam! Kondisi Neymar Misterius, Hampir Pasti Tak Bakal Main di Piala Dunia 2026
-
Arab Saudi Tahan Uruguay, Al-Dawsari Tegaskan Green Falcons Bukan Tim Pelengkap Piala Dunia 2026
-
Iran dan AS Sepakat Damai, Komisi I DPR RI: Israel Jangan Jadi Provokator!
-
Bukayo Saka Tegaskan Siap Tampil Lawan Kroasia, Tepis Keraguan soal Kondisi Fisik
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
BGN Curiga Ada Oknum di Balik Dana Rp311,2 Miliar Nyasar ke Rekening SPPG Bermasalah
-
Reuni Taufik Hidayat vs Lin Dan di Jakarta! 7 Peraih Emas Olimpiade Ramaikan Shuttle Open 2026
-
Heboh Isu Nikita Mirzani Diintimidasi di Penjara, Pihak Rutan Buka Suara
-
Bukan Sekadar Jago Debat, Ini Cara Mencetak Calon Diplomat dan Pemimpin Masa Depan Sejak Dini
-
Bulog Edukasi Masyarakat Kenali Mutu Beras, Pastikan Masyarakat Mendapatkan Informasi Tepat
-
Lari Sambil Selamatkan Bumi, PLN Electric Run 2026 Punya Misi Pangkas 24 Ton Emisi Karbon
-
Menteri Ekraf Melihat Langsung Dapur Kreatif Industri Kecantikan di Malang
-
Kejagung Periksa Saksi Kasus TPPU Febrie Adriansyah, Lima Mangkir dari Panggilan
-
Surat dari Pram: Kumpulan Surat untuk Sang Terkasih, Jenaka Aryadiningrat
-
Memahami Institusi Pendidikan di Era Digital, Jangan Hanya Percaya Hasil Pencarian