Bola / Bola Dunia
Selasa, 16 Juni 2026 | 11:36 WIB
Laga Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026 tak hanya menyajikan duel di lapangan, tetapi juga memanas di tribun. [@ME_Observer_]
Baca 10 detik
  • Pertandingan Iran melawan Selandia Baru dalam Grup G Piala Dunia 2026 berakhir dengan skor imbang 2-2.
  • Suporter Iran membawa atribut politik, simbol martir, serta berbagai bendera ke dalam stadion saat berlangsungnya pertandingan.
  • Federasi Sepak Bola Iran gagal mencegah kemunculan bendera oposisi meskipun telah mengajukan permohonan pelarangan kepada FIFA.

Suara.com - Laga Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026 tak hanya menyajikan duel di lapangan, tetapi juga memanas di tribun.

Pertandingan Iran vs Selandia Baru di matchday pertama grup G Piala Dunia 2026 berakhir dengan skor imbang 2-2.

Dua gol Selandia Baru diborong oleh Eljiah Just di menit ke-7 dan 56. Sedangkan dua gol Iran dicetak oleh Ramin Rezaeian dan Mohammad Mohebi.

Setelah melawan Selandia Baru, Iran akan menghadapi Belgia pada 21 Juni 2026 di Sofi Stadion.

Media pemerintah Iran menyoroti aksi suporter yang membawa pesan politik dan penghormatan kepada tokoh serta korban perang AS-Israel.

Di SoFi Stadium, sejumlah pendukung Iran terlihat mengangkat simbol dan tulisan martir.

Salah satu yang disorot adalah kaus bergambar Ayatollah Ali Khamenei, yang disebut tewas dalam serangan Amerika Serikat awal tahun ini.

Selain itu, muncul pula poster bertuliskan Minab 168 di tribun.

Laga Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026 tak hanya menyajikan duel di lapangan, tetapi juga memanas di tribun. [@ME_Observer_]

Tulisan ini merujuk pada jumlah korban tewas dalam serangan bom di sebuah sekolah di wilayah Minab, Iran selatan.

Baca Juga: Wapres AS Bocorkan Isi Perjanjian Damai, Iran Bakal Cuan Banyak

Media pemerintah Iran, IRNA, menekankan dominasi bendera resmi Republik Islam Iran di stadion.

“Sebagian besar tribun dipenuhi pendukung yang membawa bendera suci Republik Islam Iran,” tulis IRNA dalam laporannya.

Namun, realitas di lapangan lebih kompleks.

Sejumlah suporter juga terlihat membawa bendera Iran era pra-revolusi 1979, simbol yang kini identik dengan kelompok oposisi di luar negeri.

Sebelum pertandingan, Federasi Sepak Bola Iran sempat meminta FIFA melarang penggunaan bendera tersebut. Meski demikian, simbol itu tetap muncul di tribun.

Selain itu, kehadiran bendera Palestina juga mencuri perhatian di stadion. Simbol tersebut mencerminkan solidaritas politik Iran terhadap konflik di Timur Tengah.

Piala Dunia 2026 pun kembali menunjukkan bahwa sepak bola tak pernah sepenuhnya lepas dari politik.

Load More