Ramai menjadi perbincangan seorang remaja yang diwakilkan ibunya melaporkan anak seorang pejabat kepolisian karena telah dianiaya dan diancam akan dihabisi.
Diketahui seorang remaja berinisial FB (16) mengaku telah dianiaya dan diancam oleh RC (19), anak kandung dari Irwasda Polda Kaltara (Kepala Inspektur Pengawasan Daerah Kepolisian Daerah Kalimantan Daerah).
Diketahui FB dan RC sama-sama peserta bimbingan belajar (bimbel) jasmani di kawasan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta Selatan, sebagai calon Akpol (Akademi Kepolisian).
Berdasarkan pernyataan dari Ibu Korban, Yusnawati, kronologi kejadian yang membuat anaknya sampai mengalami luka-luka dan trauma tersebut terjadi pada saat FB dan RC sedang mengikuti Bimbel Jasmani di PTIK.
Membuat Yusnawati merasa begitu miris, karena ketika penganiayaan terjadi, disaksikan oleh para pelatih di PTIK tersebut.
"Yang paling bikin saya miris itu, pelatihnya itu tahu kalau anak saya sudah dibuat bonyok sama anak ini. Dan dia lihat sendiri kalau anak saya sudah dipukul sama anak itu," ungkap Yusnawati.
Sudah mengalami luka-luka, menurut penuturan Yusnawati, FB sempat tidak ingin melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian dikarenakan terduga RC kerap membawa nama besar sang ayah yang berpangkat Komisaris Besar Polisi atau Kombes.
"Dia (FB) bilang, ‘Dia (RC) anak Kombes bu, pelatih aja takut sama dia. Karena di mana-mana dia bikin masalah selalu bawa bawa nama anak Kombes’," tutur Yusnawati menceritakan kembali perkataan FB padanya.
Mulanya, Yusnawati mengaku tidak ingin membawa kasus tersebut ke ranah hukum karena melihat status Ayah dari pelaku yang berjabatan di kepolisian. Namun, melihat kondisi sang anak yang masih ketakutan hingga tidak ingin keluar rumah, serta terdapat beberapa luka di tubuh anaknya, Yusnawati memberanikan diri untuk melapor.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Hari Ini, 16 November 2022, Taurus, Gemini dan Cancer, Lengkap!
SUDAH LAPOR DAN VISUM
Sabtu (12/11/2022), Yusnawati mengaku telah melaporkan kasus penganiayaan terhadap anaknya tersebut ke Polres Metro Jakarta Selatan.
Laporan penganiayaan terhadap FB sudah teregistrasi dengan nomor LP/3596/XI/2022/RJS. Dalam laporannya, Yusnawati juga menyertakan barang bukti, yakni berupa hasil visum FB setelah kejadian penganiayaan.
Atas pengakuan Yusnawati, FB sudah divisum di bagian mata yang sebelumnya sempat berdarah dan ada memar di bagian pupil, juga di bagian ulu hati.
"Udah saya visum di sini (mata) berdarah semua, memar di sini (pupil), terus ulu hatinya. Sekarang yang paling ini, anak saya udah ketakutan. Karena kan dia udah diancam mau dihabisi. Dia enggak mau keluar rumah," ungkap Yusnawati.
Tag
Berita Terkait
-
Kekuatan Ibu-ibu, Hotman Paris di Caci Maki di Mall Sampai Tidak Membalas! Kasus Apa?
-
Anak Gadis Cantiknya Siap Melejit, Pinkan Mambo Kerahkan Lima Puluh Orang Bodyguard Untuk Mengawal
-
Selebritis Dunia Paris Hilton, Ungkap Alami Pelecehan Seksual Ketika Belia: Dipaksa Diam dan Berhenti Melawan
-
Kekerasan Dalam Masa Pacaran, Pemeran Angga dalam Ikatan Cinta, Kevin Hillers Diduga Membanting dan Menyeret Pacarnya
-
VIRAL: Oknum Polwan Pekanbaru Main Hakim Sendiri! Menganiaya Pacar Adik Hingga Lebam, dan Mengancam Dengan Jabatannya
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Dewa 19 Janjikan Setlist Berbeda di Panggung HUT ke-3 Garuda TV, Lagu 'Langka' Siap Dibawakan
-
Timnas Indonesia Dibantai, Nguyen Xuan Son Singgung Gelar Juara Piala AFF 2026
-
Laba SSIA Berbalik Positif Rp262,6 Miliar, Bisnis Kawasan Industri Jadi Mesin Pertumbuhan
-
Viral Pasien BPJS Harus Menunggu 8 Jam di IGD, IDI: RS Tidak Bisa Mendeteksi Emergensi?
-
Singgung Era SBY-Jokowi, Purbaya: Mesin Ekonomi Kita Pincang 20 Tahun Terakhir
-
2 Raksasa Maskapai Penerbangan Mulai Goyang karena Perang AS-Iran dan BBM Naik
-
Harga Pangan Kompak Turun, Cabai Anjlok hingga 43%, Daging dan Minyak Goreng Ikut Melemah
-
Cara Cek Data Siswa Penerima PIP 2026, Mudah Lewat SIPINTAR Pakai NISN dan NIK
-
Pasien Menunggu 8 Jam di IGD Jadi Alarm Perbaikan Layanan Rumah Sakit
-
Inovasi Online Dashcam Dekkalive Trio Beri Kemudahan Pantau Kondisi Kendaraan Secara Langsung