Contoh yang paling nyata adalah Jepang dan Amerika yang setiap tahunnya pelajar di sana diberikan pengenalan simulasi gempa. Berbagai macam kesiapsiagaan bencana itu, dikemas dalam sebuah dongeng kepada anak - anak.
Setelah anak mengetahui dalam berbagai macam bencana tersebut terjadi berbagai hal, maka tahapan selanjutnya adalah menceritakan soal respon terhadap bencana itu sendiri.
"Ini penting juga karena kita tahu bencana tapi tidak tahu harus ngapain, itu jadi percuma. Misalnya yang sederhana kalau banjir harus pakai sepatu boot untuk melindungi kaki, ada gunung meletus harus lari, ada abu vulkanik pakai masker atau ada gempa ayo berlindung kayak gitu - gitu," jelas Priyangga.
Jika tahapan bencana dan respon bencananya sudah diketahui oleh anak - anak, maka pengenalan lingkungan di sekitar dilakukan.
Pengenalan lingkungan tersebut guna mengetahui cara merespon dampak terjadinya bencana, terhadap benda - benda didekat mereka serta proses evakuasi.
Sehingga jika terjadi bencana alam berupa gempa bumi, anak - anak sudah memahami apabila lapangan terbuka lebih aman daripada diam di dalam ruangan ataupun kamar mandi.
Barang - barang yang menggantung atau menempel di dinding seperti pigura, akan membahayakan apabila jatuh karena kaca penutup pigura pecah.
Pecahan kaca ini menjadi material berbahaya untuk dilalui saat proses evakuasi. Jalur yang lebih aman dari benda yang membahayakan tersebut, harus segera dicari dalam pelatihan evakuasi terhadap anak - anak.
"Fokus pemberian mitigasi bencana ke anak - anak dan kelas empat serta lima. Sehingga mereka bisa menceritakan kembali cerita mitigasi bencana kepada yang lain dan menjadi pahlawan bencana. Bukan voluenternya tapi mereka," tegas Priyangga.
Seperti yang dilakukan olehnya di salah satu pojok di Taman Lansia bersama beberapa teman di Komunitas Pahlawan Bencana.
Mereka bercerita soal apa yang disebut banjir, gempa dan lain sebagainya didepan siswa taman kanak - kanak dengan medium buku bergambar berwana ukuran sekitar 30 x 20 centimeter.
Lokasinya cukup mumpuni waktu sebelum pandemi menerpa, karena tepat dibelakang para siswa itu berdiri repilka satwa prasejarah Dinosaurus. Setiap penjelasan Priyangga ataupun relawan lainnya, selalu ditanggapi dengan bagus oleh mereka.
Tak hanya siswa, para orang tua yang mendampingi ikut menanggapi setiap penjelasan maupun pertanyaan soal banjir yang diutarakan oleh relawan Komunitas Pahlawan Bencana.
Kelompok yang mengaku setiap menggelar kegiatan sosialiasi mitigasi bencana dengan koceknya sendiri itu, siap dipanggil untuk menyebarkan informasi kesiapsiagaan bencana secara gratis.
Berita Terkait
-
7 WNI Terombang Ambing di Perairan Zhuhai China, Terjebak di Kapal MV Star Janet
-
4 Rekomendasi Rice Cooker Cosmos untuk Anak Kos, Hemat Listrik dan Ringkas
-
Kemlu Pastikan Seluruh WNI Selamat Pasca Gempa Bumi Dahsyat Kolombia
-
Ayah di Jakarta Perkosa Anak Kandung Selama 4 Tahun, Terkuak Usai Korban Lapor Guru BK
-
Chernobyl: Kisah Tragis Bencana Nuklir dan Perjuangan Mengungkap Kebenaran
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Bareskrim ke Nagoya Food Court Batam, Gerebek Diduga Sarang Perjudian
-
Kidung Para Pencari: Menemukan Makna di Tengah Riuh Kehidupan
-
Ketika Kereta Api Melintas di Pulau Sulawesi, Jauh Sebelum Indonesia Merdeka
-
Upacara Bendera Sila Ke Berapa? Ini Makna dan Penerapan Nilai Pancasila Sehari-hari
-
OK! Madam: Bon Voyage, Aksi Seru Mantan Agen Rahasia Menyelamatkan Kapal!
-
CIMB Niaga Catat Kredit Tumbuh 6,6% Jadi Rp247,2 Triliun di Semester I 2026
-
Ortuseight Playday Hadir di 6 Kota, Dorong Pembinaan Futsal Pelajar
-
Kuliner Wisata Kemiren Meluapkan Limbah Sapi Biogas Desa
-
Kenaikan Saham FAST Tidak Wajar, BEI Ambil Tindakan
-
Purbaya Janji Tak Kejar-kejar Pajak dari Pemilik Rumah Kontrakan