TANTRUM - Banyaknya program diet yang ditawarkan dan menarik perhatian masyarakat sekarang, membuat bingung untuk memilih jenis diet seperti apa yang harus diikuti agar program penurunan berat badan berhasil sempurna.
Penyebabnya, gaya hidup sehat dengan berat badan ideal saat ini tengah populer di masyarakat.
Mempunyai berat badan ideal nampaknya menjadi dambaan setiap orang. Banyak dari mereka yang memilih berdiet dengan harapan agar bisa cepat turun berat badan.
Penjelasan soal diet dari ahli gizi (dietisien) dari Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Dyah Widyastuti, mungkin dapat membantu mengetahui dampak positif dan negatif lima program diet yang kini tengah populer di masyarakat.
Menurut Dyah, pada dasarnya dalam menjalankan diet khusus, sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan ahli gizi.
"Karena dampak diet kadang berbeda-beda terhadap setiap individu. Setiap jenis diet tentunya mempunyai keuntungan dan kelebihannya masing-masing," kata Dyah ditulis Bandung, Selasa, 24 Mei 2022.
Sejauh ini terdapat lima program diet yang populer di masyarakat, jenis diet yang pertama adalah diet karbo. Diet ini cenderung menghindari sumber-sumber karhohidrat.
Pada diet ini, dilakukan pengurangan seperti konsumsi nasi. Selain nasi, bahan-bahan makanan lain yang mengandung karbohidrat juga dihindari.
"Diet ini banyak dilakukan oleh mereka yang ingin menurunkan berat badan karena banyak yang meyakini bahwa diet karbo ini dapat menurunkan berat badan dengan cepat. Diet ini banyak dilakukan oleh semua usia," ujar Dyah.
Dengan diet ini biasanya berat badan akan cepat turun. Namun bila dibandingkan dengan diet gizi seimbang, diet ini lebih beresiko.
Jenis diet kedua adalah diet mayo yang sebenarnya cenderung ke arah gizi seimbang. Tetapi pada diet ini persentasenya lebih banyak kepada jenis sayuran dan buah-buahan yang merupakan sumber vitamin dan mineral.
Sementara itu, untuk jenis karbohidrat dan proteinnya ada dalam posisi agak seimbang. Namun demikian, ada hal-hal yang harus dipantang dalam diet mayo seperti penggunaan garam.
"Dalam garam sendiri kandungan yang terbanyaknya adalah mineral yang merupakan penyimpan air dalam tubuh. Secara teori, diet mayo akan berhasil bila dilakukan rutin selama 13-14 hari," jelas Dyah.
Dyah menambahkan apabila diet mayo tidak dilakukan secara rutin, maka diet ini dianggap gagal. Berdasarkan pengalamannya menjadi ahli gizi di rumah sakit rujukan se - Jawa Barat, seseorang yang gagal biasanya tidak melanjutkan sehingga hasil yang diharapkan tidak tercapai, bahkan berat badan kembali ke sebelum diet.
Selain diet mayo dan diet karbo tutur Dyah, terdapat pula jenis diet yang sedang nge-hits yaitu diet keto. Pada program diet keto, asupan lemak dan proteinnya tinggi sedangkan karbohidratnya sangat rendah.
Tag
Berita Terkait
-
Berhenti Menggosok Dudukan Toilet Umum dengan Tisu, Ini Cara Membersihkan yang Benar
-
Perempuan dan Tren Aktif Olahraga: Gaya Hidup Sehat atau Tekanan Body Goals?
-
Bukan Sekadar Angkat Beban, Smart Training Ubah Cara Masyarakat Menjalani Gaya Hidup Sehat
-
Masyarakat RI Makin Hidup Sehat, Bisnis Wellness Punya Peluang Moncer
-
Mengapa Produk 'Tanpa Bahan Kimia' Kini Jadi Ladang Bisnis Menjanjikan
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim