"Kita tahu bahwa karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi. Dalam diet ini, asupan karbohidratnya rendah, maka sumber energi selanjutnya diharapkan akan didapat dari lemak dan protein," ungkapnya.
Pada diet ini, 70 hingga 75 persen energi berasal dari lemak, bisa juga dari protein daging yang dimasak.
Pengolahan makanan diet ini, juga harus melalui pemasakan seperti digoreng dan dalam bumbunya bisa ditambahkan santan. Sehingga capaian lemaknya mencapai persenan yang ditargetkan untuk menopang keberadaan energi.
Kerugian diet keto ini apabila dijalankan dengan waktu yang lama, maka dikhawatirkan akan mengakibatkan berkurangnya massa otot karena yang disedot itu lemak dan protein dari otot.
Berbeda halnya dengan diet food combaning yang lebih ke arah buah-buahan dan sayuran.
"Dalam menu diet food combaning, pagi-pagi bisanya tidak didapati makan berat, tapi cukup dengan jus saja. Bila kondisi pencernaan kita sehat mungkin pola seperti ini tidak akan berpengaruh buruk, namun bila kondisi kita memang ada permasalahan di lambung tanpa berkonsultasi maka akan menimbulkan efek yang lebih parah lagi," jelasnya.
Dyah menyarankan kepada masyarakat yang menginginkan berat badan dan tubuh ideal dengan menjalani program diet khusus, sebaiknya dikaji terlebih dahulu oleh ahli gizi untuk dicocokkan dengan dietnya. Selain itu, pemantauan saat menjalani diet, juga sebaiknya dilakukan.
Tag
Berita Terkait
-
Purbaya Kurusan usai Jabat Menkeu, Akui Berat Badan Turun 9 Kg
-
Lailatul Qadar vs Algoritma: Menjaga Fokus di Tengah Badai Notifikasi
-
Gaya Hidup Sehat dan Aktif Makin Jadi Pilihan Masyarakat Modern Indonesia
-
Stop Target Besar! Rahasia Konsisten Hidup Sehat Ternyata Cuma Dimulai dari Kebiasaan Kecil
-
Dari Senam Hingga Edukasi Nutrisi: Ini Bukti Gaya Hidup Sehat Sudah Jadi Kebutuhan, Bukan Cuma Tren!
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Review Film Reminders of Him: Drama Emosional tentang Pengampunan Keluarga
-
Daftar Pertanyaan Sensitif yang Baiknya Dihindari saat Lebaran
-
Menhub Prediksi Pergerakan Mudik Mulai Terasa Sejak 13 Maret
-
Film We, Everyday: Tiga Sahabat dan Segitiga Cinta yang Menggemaskan
-
Bengkulu Hari Ini: Refleksi Kepemimpinan, Korupsi, dan Peran Masyarakat
-
Xiaomi Luncurkan Robot Vacuum: Penyedot Debu dengan Daya Hisap Sangat Kuat
-
6 Rekomendasi Menu Makan Siang Hari ke-2 Lebaran yang Gak Bikin Enek
-
Bolehkah Bayar Zakat Fitrah saat Masih Punya Utang? Ini Panduan Lengkapnya
-
Jelang F1 GP China 2026: 4 Tim Ini Berpeluang Raih Kemenangan
-
AS Serang Jantung Ekonomi Iran di Pulau Kharg, Harga Minyak Capai 150 dolar AS per Barel?