TANTRUM - Menjelang akhir pekan yang identik dengan masa libur, cenderung masyarakat akan mengunjung lokasi wisata. Berwisata ini dapat dinikmati secara penuh apabila tubuh kita fit dan fresh.
Nah, ternyata terdapat jurus tubuh fit dan fresh saat melakukan perjalanan wisata ini dari pendapat ahli gizi atau dietizien.
Menurut dietizien Instalasi Gizi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Dedeh, supaya tetap tidak mengalami kekurangan asupan makanan sehat, kita disarankan harus bawa membawa bekal dari rumah.
"Juga harus memenuhi kaidah yang baik untuk makanan misalnya, makanan yang mengandung serat. Bawalah buah-buahan yang mudah dikonsumsi seperti pisang dan jeruk," kata Dedeh ditulis Bandung, Kamis, 26 Mei 2022.
Selain membawa bekal berupa buah - buahan, Dedeh menuturkan persediaan air putih untuk dikonsumsi saat perjalanan dianggap cukup penting.
Hal itu untuk menjaga tidak terjadinya kekurangan cairan atau dehidrasi.
Biasanya kata Dedeh, kekurangan cairan atau dehidrasi ini terjadi kepada pengemudi. Mengkonsumsi air putih tersebut berguna juga untuk meningkatkan konsentrasi dikala mengemudi.
"Jangan lupa bawa sumber-sumber makanan itu. Sehingga kita tidak khawatir di perjalanan, tidak menemukan rest area," ujar Dedeh.
Membeli makanan di tempat istirahat (rest area) sangat dimungkinkan. Tetapi tidak menjamin kandungannya sesuai dengan yang dibutuhkan.
Karena biasanya, jenis makanan yang dijual di rest area adalah makanan yang tinggi karbohidrat, berlemak dan rendah serat. Alangkah baiknya jika memilih makanan diluar yang disebutkan diatas.
Jurus itu pula dapat diterapkan kepada anak usia 1 - 12 tahun. Pada rentang umur tersebut konsumsi asupan makanan telah serupa dengan orang dewasa.
"Nah apalagi kalau anaknya masih sekitar usai balita, kan belum tentu bisa mengkonsumi makanan yang ada di rumah makan padang. Itu kan enggak mungkin ya, tentunya tetap harus membawa bekal khusus kalau yang membawa anak kecil dalam perjalanan," tutur Dedeh.
Dedeh menyebutkan pada prinsipnya kebutuhan gizi seseorang agar dalam keadaan fit dan fresh, hingga bekerja sesuai aktivitasnya dengan lancar harus memenuhi kaidah gizi seimbang.
Pengertian gizi seimbang ujar Dedeh, yaitu asupan gizi makanan yang tepat ke dalam tubuh sesuai dengan yang dikeluarkan. Kebutuhannya harus dipenuhi, tidak berlebihan dan seimbang.
"Dengan keseimbangan asupan gizi ini, insyaallah aktivitas kita bisa berjalan lancar tidak mengalami masalah. Alasannya asupan gizi yang seimbang cukup sesuai dengan kebutuhannya," terang Dedeh.
Contoh asupan makanan gizi seimbang saat sarapan adalah mengkonsumsi makanan tinggi protein dan karbohidrat untuk memberi energi pada tubuh.
Seperti oatmeal yang dicampurkan aneka buah atau butiran jagung didalamnya. Mengkonsumsi roti yang didalamnya terkandung zat energi, karbohidrat, protein, kalsium, fosfor dan besi.
"Dapat pula mengkonsumsi pancake dengan menuangkan saus karamel rendah gula diatasnya. Jangan lupa meminum susu atau air mineral sebagai sumber energi dan mencegah dehidrasi," tukas Dedeh.
Memasuki siang hari, pilihlah makanan tinggi serat dan karbohidrat untuk mempertahankan energi, serta berkalori rendah untuk menghindari rasa kenyang berlebihan.
Makanan itu dapat kita temukan pada sup sayuran, nasi merah, tempe atau kacang, berbagai jenis daging dan air mineral.
"Pada malam hari, kita dapat memilih makanan mengandung karbohidrat, protein rendah lemak, vitamin, serta mineral," lanjut Dedeh.
Seperti sereal atau susu gandum yang tidak mengandung gula, nasi merah, ikan, buah – buahan serta air mineral.
Dengan jurus menu gizi seimbang tersebut, tidak perlu khawatir melakukan perjalanan berwisata meski menempuh waktu yang cukup lama. Selamat berwisata.
Berita Terkait
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Menyusuri Situs Ashabul Khafi, Wisata Sejarah dan Religi di Yordania
-
Cerita Inspiratif: Desa Pajambon Harmoni Tani dan Wisata
-
5 Destinasi Wisata Religi Buddha di Kepulauan Riau, Sarat Sejarah dan Spiritualitas
-
Menjelajahi Kompleks Masjid Al-Aqsa, Ikon Spiritual di Jantung Yerusalem
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Puji Kiprah Persib di Kompetisi Asia, AFC Siapkan Sanksi Berat untuk Maung Bandung
-
Remaja di Bawah 21 Tahun Dilarang Beli Rokok Elektronik!
-
Ribuan Orang Sudah Manfaatkan Program Hapus Tato Gratis Baznas DKI Jakarta, Ini Syaratnya!
-
Real Madrid Tak Terima Vinicius Jadi Korban Rasisme, Pemain Muda Mereka Malah Hina Orang China
-
Berapa Selisih Harga Burgman dan Satria? Tengok Banderol Motor Suzuki Terbaru
-
Hujan 3 Hari Bali Belum Usai: Daerah Mana yang Diprediksi BMKG Bakal Terendam Lagi?
-
10 Ide Menu Buka Puasa Sederhana, Hemat dan Praktis untuk Keluarga di Rumah
-
Apakah Alumni LPDP Harus Kembali ke Indonesia? Pahami Aturannya!
-
Link Pendaftaran Jawara Mudik Gratis Lebaran 2026 untuk Warga Banten
-
Pasar Murah Digelar di Kampar dan Pekanbaru, Berikut 5 Titik Lokasinya