- Siloam Hospitals Bali meraih akreditasi internasional Joint Commission International pada 28 Maret 2026 sebagai standar layanan kesehatan global.
- Pencapaian akreditasi tersebut menjadikan Siloam Hospitals Bali satu-satunya rumah sakit di Bali yang memiliki standar kualitas internasional.
- Pengembangan layanan medis berstandar global bertujuan memperkuat posisi Bali sebagai destinasi wisata medis utama bagi wisatawan mancanegara.
Suara.com - Di tengah pesatnya perkembangan pariwisata global, Bali kini tidak hanya dikenal sebagai destinasi liburan, tetapi juga mulai diperhitungkan sebagai tujuan wisata medis internasional. Perubahan ini tidak terjadi secara instan.
Salah satu faktor penting yang memperkuat posisi Bali di mata dunia adalah meningkatnya kualitas layanan kesehatan berstandar internasional yang tersedia di pulau tersebut.
Momentum terbaru datang dari Siloam Hospitals Bali yang kembali meraih akreditasi internasional dari Joint Commission International (JCI) untuk ketiga kalinya pada 28 Maret 2026.
Dengan pencapaian ini, rumah sakit tersebut menjadi satu-satunya rumah sakit di Bali yang mengantongi akreditasi JCI saat ini. Akreditasi JCI selama ini dikenal sebagai salah satu standar tertinggi dalam dunia layanan kesehatan global.
Penilaiannya tidak hanya melihat kualitas dokter atau fasilitas medis semata, etapi juga mencakup keselamatan pasien, tata kelola klinis, manajemen risiko, sistem informasi, hingga kesiapan lingkungan rumah sakit dalam menangani pasien secara aman dan profesional.
Kehadiran fasilitas kesehatan yang memenuhi standar internasional menjadi faktor krusial bagi perkembangan wisata medis di Bali. Sebagai destinasi wisata yang setiap tahun dikunjungi jutaan wisatawan mancanegara, kebutuhan terhadap layanan kesehatan yang terpercaya semakin besar.
Wisatawan internasional umumnya mencari kepastian bahwa mereka dapat memperoleh penanganan medis dengan standar yang setara dengan negara asal mereka apabila mengalami kondisi darurat maupun membutuhkan perawatan tertentu selama berada di luar negeri.
Di sisi lain, tren global juga menunjukkan bahwa wisata medis kini berkembang jauh melampaui prosedur pengobatan besar. Banyak wisatawan mulai mempertimbangkan negara tujuan yang mampu menawarkan kombinasi antara layanan kesehatan berkualitas, kenyamanan lingkungan, biaya yang lebih kompetitif, serta pengalaman pemulihan yang mendukung secara psikologis.
Dalam konteks ini, Bali memiliki sejumlah keunggulan yang sulit dipisahkan dari daya tariknya. Lingkungan yang relatif tenang, infrastruktur pariwisata yang matang, akses internasional yang luas, serta citra Bali sebagai tempat pemulihan dan wellness membuat pulau ini dinilai memiliki fondasi kuat untuk berkembang sebagai pusat layanan kesehatan regional.
Baca Juga: Caketum HIPMI Reynaldo Sebut Pariwisata Sebagai Penggerak Ekonomi Nasional
Tidak sedikit wisatawan yang mulai mencari layanan pemeriksaan kesehatan, rehabilitasi, pemulihan pasca tindakan medis, hingga layanan kesehatan preventif yang dapat dijalani bersamaan dengan aktivitas berlibur.
Namun, daya tarik wisata medis tidak dapat bertumpu pada citra destinasi semata. Kepercayaan menjadi faktor utama. Karena itu, keberadaan rumah sakit yang memiliki pengakuan internasional menjadi elemen penting dalam membangun reputasi Bali di sektor ini.
Direktur Siloam Hospitals Bali, dr. Ni Gusti Ayu Putri Mayuni, menyebut pencapaian akreditasi JCI merupakan bentuk komitmen rumah sakit untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan berpusat pada pasien, baik bagi masyarakat lokal maupun tamu internasional yang datang ke Bali.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Indonesia sendiri mulai mendorong pengembangan sektor pariwisata medis sebagai bagian dari penguatan industri kesehatan nasional. Selama ini, banyak warga Indonesia memilih berobat ke luar negeri untuk mendapatkan layanan medis tertentu.
Dengan meningkatnya kualitas fasilitas kesehatan di dalam negeri, termasuk di Bali, peluang untuk menahan arus pasien keluar sekaligus menarik pasien asing mulai terbuka lebih besar.
Fenomena ini juga mencerminkan perubahan cara sebuah destinasi wisata dipandang di era modern. Wisatawan internasional kini tidak hanya mempertimbangkan keindahan alam atau fasilitas hiburan, tetapi juga aspek keamanan dan kesiapan layanan kesehatan di daerah tujuan.
Karena itu, keberhasilan Bali menghadirkan rumah sakit dengan standar internasional menjadi lebih dari sekadar pencapaian institusi medis. Hal tersebut turut memperkuat posisi Bali sebagai destinasi global yang tidak hanya nyaman untuk dikunjungi, tetapi juga siap memberikan rasa aman bagi siapa pun yang datang, termasuk dalam aspek kesehatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 7 Sunscreen Tone Up Terbaik untuk Kulit Kusam sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang
-
4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima
-
Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak
-
Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan
-
Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini