TANTRUM - Sistem layanan respon kedaruratan terintegrasi dalam satu nomor tunggal diperlukan di Indonesia.
Pasalnya saat ini pusat layanan respon kedaruratan yang ada, setiap instansi di daerah memiliki masing - masing nomor pelayanan serupa yang bisa dihubungi.
Menurut Kepala Tim Code Blue Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung Gezy Weita, nantinya pusat layanan respon kedaruratan yang diperlukan tidak hanya menangani soal penanganan kesehatan.
Tetapi kata Gezy, bisa pula menerima panggilan kedaruratan soal kecelakaan rumah tangga, kejadian teror dan bencana alam.
"Pokoknya kalau terjadi sesuatu, dia langsung telepon hanya satu nomor. Mau itu polisi, pemadam kebakaran apa tapi di satu komando dan nanti operator yang akan berpikir," ujar Gezy ditulis Bandung, Sabtu, 28 Mei 2022.
Gezy menuturkan posisi operator dalam layanan darurat terpadu ini akan meneruskan laporan ke polisi, layanan ambulan atau markas tentara.
Contohnya jika terjadi kejadian gangguan kesehatan atau kecelakaan lalu lintas, operator layanan darurat terpadu ini akan menelepon rumah sakit terdekat lokasi kejadian.
"Kalau operator kan tahu kalau yang kosong ambulan rumah sakit adalah ini. Jarak ambulan kesitu berapa menit, jadi dia itu ada sistem gitu," kata Gezy.
Gezy mengatakan pusat layanan respon kedaruratan kemungkinan belum dianggap penting keberadaannya kini, meski di Indonesia acap kali terjadi bencana yang murni dipicu oleh alam.
Gezy menuturkan sebagai lembaga paling akhir menangani korban kegawatdaruratan, menghimbau publik dapat berpartisipasi dalam proses penanganannya.
Guna partisipasi publik itu kata Gezy, untuk mengetahui kondisi terkini serta lokasi yang harus ditangani.
Alasannya, setiap kasus kegawatdaruratan berbeda dalam penanganannya dan itu dapat terlaksana apabila pusat layanan respon kedaruratan sistemnya terpadu.
"Pernah saya ditelepon untuk menangani pasien, tapi si pasiennya ada dibawah jurang. Saya sudah datang bersama ambulan, ya diam tidak bisa menolong karena pasiennya harus ada yang menolong ke bawah," sebut Gezy.
Gezy mengakui untuk menciptakan sistem pusat layanan respon kedaruratan dibutuhkan perencanaan yang matang dan dana yang tidak sedikit. Tetapi dapat diakali dengan adanya satu daerah yang menjadi percontohan.
Untuk daerah dengan status metropolitan kemungkinan besar tidak akan bisa dilakukan seperti di DKI Jakarta. Tetapi untuk Bandung, kemungkinan dapat dilakukan secara bertahap.
Berita Terkait
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
AQUA dan DBL Bersatu, Dukung Generasi Muda Tetap Prima di Lapangan
-
Resmi Nikahi Jennifer Coppen, Justin Hubner Keturunan Mana?
-
Kenapa Mahasiswa Demo 'Menuju Indonesia Bangkrut' di Bundaran HI?
-
Layanan Kereta Indonesia Disebut Sudah Setara Global
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Curhat Ratu Sofya, Belum Terima Honor Sepeserpun usai Main Film Dosa
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring