TANTRUM - Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat menyatakan dalam kurun waktu beberapa tahun ini, mulai melakukan perawatan pasien anak yang mengalami gangguan kejiwaan.
Berdasarkan catatan medis hasil pemeriksaan, diketahui gangguan jiwa yang kini memapar kelompok anak dipicu oleh penggunaan gawai (gadged).
Menurut Direktur Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat Elly Marliyani, meski belum mengetahui angka pasti kunjungan pasien anak ke rumah sakit untuk diperiksa kejiwaannya tapi hal tersebut harus diantisipasi.
Elly mengatakan potensi gangguan jiwa terhadap anak akibat penggunaan gawai berlebih kemungkinan meningkat.
"Berpotensi meningkat jika tidak ditangani dan menurut prevalensi yang ada satu dari 10 orang mengalami orang dengan masalah kejiwaan (ODMK). Biasanya ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) maupun ODMK dialami remaja yang masuk umur 15 tahun, tapi dengan perkembangan zaman seperti sekarang terdapat anak kecil yang bahkan sudah dimasukkan ke rumah sakit jiwa," kata Elly ditulis Bandung, Minggu, 29 Mei 2022.
Elly menerangkan rentang usia anak yang dibawa oleh orang tuanya untuk direhabilitasi ke Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat akibat kecanduan gawai, berada dikisaran 5 - 8 tahun.
Perkiraan potensi gangguan kejiwaan terus meningkat ini, didasari oleh temuan pasien di kelompok usia anak tersebut.
Anak pengguna gawai tidak bisa sepenuhnya disalahkan dalam hal ini, karena jelas Elly hampir seluruh orang tua sekarang sudah banyak yang memberikan gawai kepada anak.
Pemberian ini dilakukan awalnya agar anak bisa bermain tanpa mengganggu kegiatan orang tua dan sayangnya penggunaan ini kemudian membuat anak menjadi kecanduan.
"Jika gadget dipakai berlebihan dan menjadi ketergantungan bisa mengganggu jiwa anak tersebut. Contoh saat pemadaman listrik pada Agustus 2019, saat mati lampu anak tersebut enggak bisa diberitahu, mengamuk hancurkan pintu, itu hal yang tidak diduga. Anak kecil dapat berperilaku seperti itu gara-gara handphone-nya tidak bisa di-charge," ujar Elly.
Untuk mencegah gangguan kejiwaan meningkat, Elly menghimbau agar gawai dikembalikan pada fungsinya semula sebagai sarana komunikasi.
Pemberian gawai harus diperketat kembali dengan melihat tingkatan usianya. Kembali bermain dengan permainan tradisional ungkap Elly, dianggap sebagai salah satu solusi menekan potensi peningkatan anak dengan gangguan kejiwaan.
Berita Terkait
-
Jelang Lawan Ratchaburi FC, Bojan Hodak Ungkap Kondisi Beckham Putra dan Julio Cesar
-
Melindungi Anak, Melindungi Masa Depan: Mengapa Imunisasi Tak Bisa Ditawar?
-
Bigmo Anak Siapa? Ferry Irwandi Panen Kritik Usai Undang Anak Koruptor ke Podcast
-
Bojan Membeberkan Kondisi Fisik dan Mental Pemain Setelah Dikalahkan Ratchaburi FC
-
Jadi Ibu Tunggal, Asri Welas Tak Batasi Komunikasi Anak dan Mantan Suami
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Juara Baru Bersinar di Final MilkLife Soccer Challenge Jakarta dan Solo
-
Iftar Buffet Wyndham Opi Hotel Palembang Diskon 20 Persen, Ini Menu dan Paket Menginapnya
-
PTBA Serahkan Fasos dan Fasum, Dorong Permukiman Lebih Layak dan Tertata
-
Belajar AI Tanpa Ribet, Internet BAIK Festival Telkomsel Bikin Pelajar Jambi Level Up Skill Digital
-
7 Fakta Kebakaran Hebat di Pabrik Singkong Lampung Tengah yang Viral di Medsos
-
Cek Fakta: Benarkah Klaim Jokowi Resmi Jadi Wantimpres?
-
Film Baru Charlies Angels Siap Diproduksi, Kembalinya Tiga Sosok Ikonik ke Layar Lebar
-
Viral Warga Tanam Pohon Pisang di Jalan Rusak Parah, Metro Gempar
-
Tak Cuma BUMI, Ini Saham-saham Bakrie yang Harganya Meroket
-
Anggota DPR Soroti Pengeroyokan Sopir Truk oleh 5 Pegawai Bea Cukai di Batam