TANTRUM - Untuk mengangkat potensi lokal yang ada di Jalan Braga, Kota Bandung, kelurahan bekerja sama dengan Karang Taruna membentuk Komunitas Braga Heritage. Salah satu fungsi komunitas adalah melakukan pemberdayaan masyarakat, antara lain dengan menjadi pemandu pariwisata.
Jalan Braga yang berada di jantung Kota Bandung selama ini dikenal dengan heritage atau bangunan-bangunan bersejarahnya.
Lurah Braga Willy Wiradhika menjelaskan pihaknya bersama Karang Taruna ingin melibatkan partisipasi warga dalam mengembangkan wisata di Braga.
"Memanfaatkan potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat, kami libatkan penuh unsur Karang Taruna," ujar Willy Wiradhika, Sabtu (29/5/ 2022).
Kerja sama antara Karang Taruna dan masyarakat itu diharapkan menghadirkan kegiatan kepariwisataan melalui Komunitas Braga Heritage.
"Komunitas kepariwisataan dalam aplikasi di lapangannya sebagai kegiatan seperti 'tour guide'. Sehingga warga lokal jadi pemandu wisata untuk memfasilitasi wisatawan," ujarnya.
Komunitas ini masih terbilang baru. Karena baru terbentuk sekitar 6 bulan lalu. Untuk meningkatkan kapasitasnya, para pemandu wisata dilatik bahasa asing.
"Seperti di Bali, warga menjadi guide untuk wisatawan. Untuk memaksimalkan hal itu, kami juga melakukan kegiatan kerja sama pelatihan bahasa asing agar bisa lebih baik," katanya.
Willy optimis, dengan berbagai macam potensi di wilayahnya, seperti kafe, resto, hotel hingga jasa lainnya mampu meningkatkan perekonomian warga.
Apalagi, kata Willy, wilayahnya memiliki 18 koperasi, 568 UMKM mulai dari craft, fesyen, jasa, kuliner dan sebagainya. Tak hanya itu, Braga pun memiliki kampung wisata.
Kata Willy, agar wisatawan tetap menerapkan protokol kesehatan saat berkunjung ke Braga. "Unsur LKK, LPM, Karang Taruna, PKK turut terlibat menyosialisasikan protokol kesehatan kepada warga dan wisatawan," beber Willy.
Sebagai informasi, selain memiliki banyak bangunan heritage peninggalan kolonial, kawasan Braga juga terkenal karena lukisan-lukisannya. Para pelukis memajang lukisan di pinggir jalan maupun di galeri.
Berita Terkait
-
Novel Bandung Menjelang Pagi: Sisi Gelap Kota Kembang ala Brian Khrisna
-
Pelatih Persib Bandung Antusias Sambut ASEAN Club Championship 2026/2027
-
Ratusan Lentera Bercahaya Hiasi Malam Jakarta, Jadi Pilihan Wisata Unik untuk Liburan
-
Lautan Eceng Gondok Selimuti Permukaan Sungai Citarum
-
Ulasan JBound Bogor: Wisata Edukasi untuk Anak Belajar Sambil Bermain
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Saatnya Bersuara: Menghentikan Eksploitasi Hutan Sebelum Terlambat bagi Orangutan
-
Mirip-mirip One Piece, Wibu Jogja Sebut Penguasa Saat Ini Menindas Rakyat Kecil
-
Kasus BPK Sumsel: Mengapa KPK Belum Tetapkan Kabid BPK Sebagai Tersangka?
-
Denny Sumargo Tak Mau Biel Manja: Dibiasakan Hadapi Masalah Sendiri Sejak Kecil
-
Han Ji Min dan Koo Kyo Hwan Berpeluang Jadi Pasangan di Film Typhoon
-
Sambil Menangis, Kepala BGN Ungkap Kekecewaan: Saya Tak Tega, Niat Baik Prabowo Dikhianati
-
Review Film Hokum, Minim Jumpscare tapi Bikin Tegang Sampai Akhir
-
Parfum Aroma Gourmand Itu Seperti Apa? Ini 3 Rekomendasi Produk yang Wanginya Awet
-
Viral Podcast Raditya Dika: Bongkar Rahasia Bertahan Hidup dari Gigitan Ular
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser