TANTRUM - Sudah belasan negara yang melaporkan kasus cacar monyet, salah satunya Australia, tetangga Indonesia. Meski demikian, hingga Minggu (29/5/2022), belum ada kasus cacar monyet yang terjadi di Indonesia.
Namun masyarakat tetap diimbau menjaga kesehatan dan menghindari kontak dengan hewan liar demi mencegah virus ini berkembang di Indonesia.
Kepala UPT Puskesmas Ibrahim Adjie, Adnan A. Sofyan, mengatakan cacar monyet atau monkeypox sebenarnya tidak tergolong virus berbahaya yang mematikan.
"Cacar monyet serupa dengan jenis cacar lainnya. Namun, memang cacar monyet termasuk penyakit zoonis, artinta dapat menular dari hewan ke manusia," jelas dr Adnan, baru-baru ini.
Hewan yang menularkan virus cacar ini berasal dari hewan liar seperti monyet dan hewan pengerat. Penularan dari hewan ini bisa terjadi akibat luka cakar atau gigitan, dan jika seseorang sembarangan mengonsumsi daging hewan liar.
Penularan cacar monyet bisa lewat udara, air liur, atau kulit ke kulit. Mirip cacar lainnya, virus ini menyerang semua orang, tapi hanya orang dengan kekebalan tubuh kurang yang akan terjangkit.
Adnan mengatakan gejalanya cacar monyet cenderung lebih ringan dan mirip dengan cacar lainnya, antara lain, demam menggigil, ruam atau bintik kemerahan di kulit, sakit kepala, kelelahan, nyeri otot dan sendi, panas dingin, sakit punggung, pembengkakan kelenjar getah bening.
"Cacar ini cenderung bisa sembuh sendiri. Untuk vaksin khususnya, belum ada sampai saat ini," ujarnya.
Meski belum ada kasusnya di Kota Bandung, tapi Adnan menuturkan, potensi penyebarannya bisa saja terjadi. Terlebih penyebaran cacar air ini juga lebih tinggi melalui udara.
"Untuk mencegahnya, selain hindari kontak dengan hewan liar, kita juga harus jaga asupan nutrisi. Istirahat yang cukup, tingkatkan kekebalan tubuh dengan olahraga. Lalu hindari juga orang yang terindentifikasi gejala cacar monyet," imbuhnya.
Penyakit yang disebabkan virus ini pertama kali ditemukan pada monyet di tahun 1958 di Kopenhagen, Denmark. Sedangkan kasus pertama pada manusia (anak-anak) terjadi pada tahun 1970 di Republik Kongo, Afrika.
Bedanya antara gejala cacar monyet dengan cacar biasa adalah pembengkakan kelenjar getah bening (limfadenopati). Masa inkubasinya (waktu dari infeksi hingga gejala) biasanya 7-14 hari. Namun, dapat berkisar antara 5-21 hari.
Berita Terkait
-
Strategi Persebaya Surabaya Hadapi Persib Bandung yang Hanya Kebobolan Sedikit Gol
-
Pelatih Persebaya Akui Ngeri dengan Persib Bandung
-
Super League Pekan ke-24 Dimulai Hari Ini, Persebaya vs Persib jadi Laga Pembuka
-
5 Lokasi ATM BNI Pecahan Rp20 Ribu di Bandung
-
Bojan Hodak Sebut Duel Kontra Persebaya Surabaya Tak Akan Mudah
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
Pilihan
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Kabar Duka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Pagi Ini
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
Terkini
-
Prediksi Daftar Pemain Timnas Indonesia yang Dicoret John Herdman di FIFA Series 2026
-
Puasa Bikin Kulit Kusam? Ini Dua Teknologi Perawatan Wajah Terbaru yang Bikin Glowing Tanpa Downtime
-
Perdagangan 1,38 Kg Sisik Trenggiling di Sintang Kalbar Dibongkar
-
Jadwal Buka Puasa Batam dan Sekitarnya, Senin 2 Maret 2026
-
Stasiun Televisi Iran Diduga Diretas, Tiba-Tiba Muncul Donald Trump sedang Pidato
-
THR Pensiunan 2026 Kapan Cair? Cek Perkiraan Jadwal dan Besaran Nominalnya
-
Gen Z, Kopi, dan Mundurnya Alkohol dari Panggung Pergaulan
-
Berapa Besaran THR Pensiunan 2026? Cek Infonya di Sini!
-
Jadwal Buka Puasa Samarinda dan Sekitarnya, Senin 2 Maret 2026
-
Kesaksian Didik Suhardi: Dicopot Nadiem Makarim dari Sekjen Tanpa Catatan Kesalahan