TANTRUM - Dewan Pengurus Wilayah Persatuan Pencak Silat Indonesia (DPW PPSI) Jawa Barat menargetkan seluruh sekolah memiliki ekstra kurikuler seni ibing (gerak) pencak silat.
Tujuannya agar seni ibing atau gerakan bela diri khas daerah Sunda dengan iringan alat musik itu tidak punah.
"Kedepannya PPSI akan mengenalkan pencak silat dari mulai tingkat SD sampai ke tingkat SMA. Karena tidak semua sekolah memiliki ekstra kulikuler pencak silat," ujar Ketua Umum DPW PPSI Jawa Barat Galih Santika Fadilah Kusumah ditulis, Bandung, Rabu, 1 Juni 2022.
Menurut Galih, upaya melestarikan seni ibing pencak silat itu akan terus dikampanyekan oleh organisasinya sepanjang periode 2022 - 2027.
Dalam pelaksanaan kampanye seni ibing pencak silat ini, Galih meminta dukungan penuh dari pemerintah.
"Andil pemerintah dalam melestarikan budaya pencak sangat penting. Terlebih, pemerintah kan punya wewenang untuk membuat aturan agar tiap sekolah diwajibkan membuat ekstra kurikuler pencak silat," kata Galih.
Galih mengatakan selain berkampanye di tingkat sekolah, seni ibing pencak silat akan dilakukan ditingkat internasional.
Caranya dengan bekerja sama dengan lintas organisasi lain untuk mendongkrak citra seni ibing pencak silat.
"PPSI tetap mempertahankan seni ibing pencak silat karena merupakan budaya asli Sunda," tukas Galih.
Sementara itu diakui oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, Provinsi Jawa Barat merupakan tanah legenda yang melahirkan banyak orang-orang hebat dan para juara dibidang bela diri pencak silat.
Ulum berharap PPSI harus bisa melahirkan atlet-atlet beprestasi yang mengangkat nama Jawa Barat ke tingkat nasional dan internasional.
"Bangun sinergitas, saya berharap PPSI bisa menjadi kegiatan ekstra wajib di sekolah-sekolah dari SD, SMP hingga SMA. Seni pencak silat PPSI hendaknya bisa menjadi muatan lokal di sekolah-sekolah," ungkap Ulum.
Untuk itu Ulum meminta DPW PPSI Jawa Barat untuk segera berkomunikasi dengn para pimpinan daerah, baik gubernur maupun bupati dan wali kota se-Jawa Barat.
Berita Terkait
-
Lautan Eceng Gondok Selimuti Permukaan Sungai Citarum
-
Rumah Mewah Eks Hakim Agung Gazalba Saleh Segera Dilelang KPK
-
Aksi Koboi Kades: Panjat Pagar dan Todong Pistol ke Warga Bekasi, Kini Disidik Polisi
-
Jamin Proses Pelaksanaan SPMB Lancar Sampai Tahap Akhir, Gubernur Jabar Sempurnakan Pelaksanaannya
-
Euforia Sambut Piala Dunia 2026 di Bandung
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Mas Dhito Lepas 126 Siswa Boarding School Passing Grade Terbaik untuk Masuk Perguruan Tinggi
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Film Dukun Magang: Ketika Para Komika Beraksi Lawan Hal Mistis
-
Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan
-
Sopir Truk Transfer Uang Setelah Dikepung Anak Jalanan di Pesanggrahan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
Review Serial Every Year After: Ketika Waktu Gagal Menghapus Rasa Bersalah
-
'Bikin Malu Presiden', Gus Lilur Desak Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama
-
5 Rekomendasi HP 3 Jutaan dengan Spesifikasi Gila untuk Ngegame
-
Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Diuntit Alat Pelacak, Netizen Malah Soroti Mobil Fortuner Mewah
-
11 Weton Tulang Wangi yang Konon Tidak Boleh Keluar Rumah saat Malam 1 Suro