TANTRUM - Sebagian besar masyarakat menganggap diabetes sebagai penyakit yang menakutkan. Alasannya karena bisa mengubah pola hidup seseorang.
Namun menurut Hikmat Permana, spesialis Konsultan Endokrin Metabolik Diabetes SMF Ilmu Penyakit Dalam Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, sebenarnya penyakit ini dapat dicegah dan dikendalikan.
Hikmat menjelaskan pencegahan dan pengendaliannya tergantung tipe diabetes yang diderita.
"Diabetes terbagi menjadi empat tipe yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2 serta diabetes saat hamil dan diabetes tipe lain. Dari keempat tipe tersebut, angka kejadian tertinggi adalah Diabetes Tipe 2," ujar Hikmat ditulis Bandung, Rabu, 1 Juni 2022.
Hikmat mengatakan diabetes tipe 2 inilah yang paling sering terjadi pada masyarakat. Baik laki-laki atau perempuan keduanya memiliki resiko yang sama terkena penyakit ini.
Pada diabetes tipe 2 lanjut Hikmat, insulin mempunyai respon yang lamban. Jika dalam kondisi normal tubuh akan mengeluarkan insulin saat kita makan berlebihan dan gula darah pun turun, maka tidak demikian dengan yang terjadi pada diabetes tipe 2.
"Pada diabetes tipe 2 ini saat kita makan, gula darah meninggi namun insulinnya masih tidak bekerja sehingga gula darah tetap tinggi. Hal inilah yang menjadi penyebab terjadinya komplikasi yang dapat mengenai semua organ tubuh, sehingga tak salah bila ada ungkapan bahwa penyakit ini sangat menakutkan," kata Hikmat.
Hikmat menerangkan, sebagian dari pasien yang datang ke dokter ketika sudah terjadi komplikasi. Seperti disaat kaki mereka terasa kaku dan sering merasakan kesemutan.
Gejala diabetes tipe 2 ungkap Hikmat, seringkali tidak disadari oleh penderitanya. Gejala-gejala tersebut diantaranya adalah makan banyak, selalu haus, sering kencing dan berat badan turun.
"Orang-orang yang beresiko terkena penyakit ini ialah mereka yang mempunyai riwayat keluarga yang terkena diabetes, minimal berusia 35 tahun, mempunyai riwayat hipertensi, berbadan gemuk dan pernah melahirkan bayi yang berat badannya tinggi," tutur Hikmat.
Hikmat menegaskan deteksi dini adalah langkah cerdas untuk pencegahan terpapar diabetes. Seseorang yang diketahui menderita diabetes dapat langsung mendapat penanganan dan pengobatan.
Apabila sudah terlanjur terkena diabetes, Hikmat meminta pasien jangan patah semangat. Karena penyakit ini dapat dikendalikan dengan cara menormalkan gula darah melalui memperhatikan asupan kalori makanan dan minuman, rutin berolahraga dan obat-obatan
"Di Indonesia sendiri prevalensi penyakit Diabetes memang lebih tinggi terjadi pada kelompok perempuan. Faktor- faktor yang ditengarai menjadi penyebab terjadinya hal tersebut diantaranya karena berhubungan dengan pola hidup," ungkap Hikmat.
Hikmat menyebutkan pola hidup perempuan di Indonesia yang umumnya tidak bekerja, lebih banyak diam di rumah.
Sehingga lebih banyak makan namun sedikit aktivitas dibanding laki-laki yang tidak bekerja.
Berita Terkait
-
Poin Persib Bandung Sama dengan Borneo FC, Beckham Putra Buka Suara
-
Senang Dipanggil Timnas Indonesia, Marc Klok Masih Fokus Bersama Persib Bandung
-
Intip Performa Saddil Ramdani Bersama Timnas Indonesia, Siap Bangkit di Era John Herdman
-
Marc Klok Bicara Kondisi dan Mental Persib Bandung usai Dua Kali Imbang
-
Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
Terkini
-
BBW Jakarta 2026 Buka 24 Jam Nonstop, Bisa Belanja Buku Tengah Malam hingga Dini Hari
-
Korban Bertambah, Kasus Ayah Cabuli Anak Kandung di Sekadau Kini Seret Keponakan 10 Tahun
-
Katalog Promo Indomaret Terbaru, Serba Gratis! Salonpas Beli 1 Gratis 1, Teh Botol hingga Bebelac
-
Pemburu Diskon Merapat! Promo Alfamart Siap Santap Hemat Mantap, Sosis dan Bakso Murah
-
Cara Refund Tiket Kereta Api 100 Persen Imbas Kecelakaan di Bekasi, Bisa Lewat HP
-
Sah! Susi Pudjiastuti Ditunjuk Jadi Komisaris Utama Bank BJB
-
Mengapa Kereta Api Sulit Berhenti Mendadak? Belajar dari Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
Proaktif, BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Perlindungan Korban Kecelakaan KRL Bekasi
-
Heboh BKPSDM Muratara Digerebek Polisi, Benarkah Ada Jual Beli Kenaikan Pangkat ASN?