/
Senin, 06 Juni 2022 | 16:29 WIB
suara.com

TANTRUM - Pengembangan Radar Ground Controlled Interception (GCI) akan diproduksi oleh PT Len Industri (Persero), perusahaan induk holding BUMN Industri Pertahanan DEFEND ID bersama perusahaan Thales, Perancis.

Kerja sama ini PT LEN Industri dengan Thales ini untuk pembuatan 13 unit Radar GCI guna memenuhi kebutuhan alat utama sistem persejataan (alutsista) TNI.

"Len dan Thales baru saja melakukan penandatanganan kerja sama pemenuhan 13 Radar GCI untuk Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI. Semoga proses produksi segera berjalan dan lancar. Ini adalah buah kerja keras kita bersama sesuai arahan Presiden Jokowi dan Menhan Prabowo Subianto agar Kemhan dan TNI senantiasa mendukung program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN),” ujar Wakil Menteri Pertahanan M. Herindra dicuplik dari len.co.id, Bandung, Senin, 6 Juni 2022.

Penandatanganan kerja sama dengan Thales ini dilakukan pada 17 Mei 2022 di Prancis oleh Direktur Utama Len, Bobby Rasyidin dan SVP Latin America & Asia of Thales International SAS, Guy Bonassi.

Bobby mengatakan bahwa selain penandatanganan produksi bersama Radar GCI, PT Len Industri dan Thales juga menyepakati dimulainya aktivitas pendefinisian concrete action untuk merealisasikan Head of Agreement (HoA) dari Strategic Partnership antara Len-Thales di tujuh area potensial.

"Kerja sama ini sangat positif bagi peningkatan kemampuan industri pertahanan dalam negeri kita," kata Bobby.

Keputusan ini sejalan dengan permintaan Presiden RI Joko Widodo. Yaitu agar Kementerian Pertahanan dan TNI mengkampanyekan dan menjadi pelopor dalam pembelian dan pemanfaatan produk dalam negeri.

Dalam dunia kemiliteran, Radar GCI menjadi salah satu alutsista utama yang fungsinya dapat diibaratkan sebagai ‘mata’ pertahanan. 

Dengan jangkauannya yang bisa mencapai 450 km, radar tipe ini berperan memberikan pengawalan pada pesawat pencegat maupun pesawat buru sergap dalam menjalankan misinya.

Load More